Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Tangkapan layar penampilan penyanyi Shakira saat membawakan lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 berjudul "Dai Dai". YouTube/@shakira
Harianjogja.com, JAKARTA—Piala Dunia FIFA bukan hanya panggung adu strategi dan skill para pesepak bola terbaik dunia, tetapi juga selalu menghadirkan lagu-lagu ikonik yang melekat di ingatan penggemar. Dari era 1990 hingga 2026, soundtrack turnamen ini terus berevolusi, menghadirkan warna musik global yang semakin beragam.
Meski lagu bertema Piala Dunia sudah ada sejak 1960-an, FIFA baru mulai menetapkan soundtrack resmi pada 1990. Sejak saat itu, setiap edisi turnamen menghadirkan lagu yang tak hanya meramaikan atmosfer stadion, tetapi juga menjadi fenomena budaya pop di seluruh dunia.
Lagu “Un’estate italiana (To Be Number One)” menjadi pembuka era modern soundtrack Piala Dunia pada 1990 di Italia. Nuansa megah dan emosionalnya masih dikenang hingga kini. Empat tahun berselang, “Gloryland” hadir di Amerika Serikat dengan sentuhan gospel yang kuat.
Puncak popularitas soundtrack Piala Dunia terjadi pada 1998 lewat “La Copa de la Vida” dari Ricky Martin. Lagu ini sukses besar secara global dan bahkan meraih penghargaan Grammy, menjadikannya salah satu lagu olahraga paling legendaris sepanjang masa.
Memasuki era 2000-an, FIFA mulai mengeksplorasi berbagai genre. “Boom” dari Anastacia pada 2002 membawa nuansa pop energik, disusul “The Time of Our Lives” pada 2006 yang mempertemukan Il Divo dan Toni Braxton dalam balutan klasik modern.
Namun, fenomena terbesar terjadi pada 2010 lewat “Waka Waka (This Time for Africa)” yang dibawakan Shakira. Lagu ini tidak hanya menjadi anthem turnamen di Afrika Selatan, tetapi juga viral secara global dengan miliaran penayangan.
Setelah itu, tren kolaborasi lintas negara semakin kuat. “We Are One (Ole Ola)” pada 2014 menghadirkan Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte. Sementara “Live It Up” pada 2018 memadukan Nicky Jam, Will Smith, dan Era Istrefi.
Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi titik perubahan besar. Untuk pertama kalinya, FIFA menghadirkan konsep multi-lagu dengan berbagai artis dunia seperti Jungkook BTS, Nicki Minaj, hingga Davido. Pendekatan ini dinilai lebih inklusif karena merepresentasikan keragaman budaya global.
Konsep tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sejumlah nama besar seperti LISA, Burna Boy, Shakira, hingga Daddy Yankee turut ambil bagian dalam proyek soundtrack kali ini.
Beberapa lagu yang sudah diperkenalkan antara lain “Lighter”, “Por Ella”, hingga “Dai Dai”. Menariknya, lagu “Dai Dai” tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari inisiatif sosial FIFA untuk menggalang dana pendidikan global.
Dengan perjalanan panjang ini, soundtrack Piala Dunia tidak sekadar musik pengiring. Ia telah menjadi identitas turnamen, menyatukan jutaan orang dari berbagai negara melalui irama dan semangat yang sama: sepak bola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026
DIY dan Selandia Baru menjajaki sister province. Kerja sama ini membahas pertanian, peternakan, pendidikan, kebudayaan, hingga pengiriman sperma sapi.
Data PISA 2025 menunjukkan 53% pelajar Indonesia menggunakan chatbot AI untuk membantu belajar setidaknya sekali dalam sepekan.