Dari Waka Waka hingga Dai Dai, Ini Deretan Lagu Resmi Piala Dunia

Sunartono
Sunartono Kamis, 11 Juni 2026 10:37 WIB
Dari Waka Waka hingga Dai Dai, Ini Deretan Lagu Resmi Piala Dunia

Trofi Piala Dunia./FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Lagu resmi Piala Dunia selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kemeriahan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Sejak FIFA mulai menetapkan soundtrack resmi pada 1990, sejumlah lagu berhasil menjadi fenomena global dan melekat kuat dalam ingatan penggemar sepak bola lintas generasi.

Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, FIFA kembali menghadirkan sejumlah lagu dari musisi internasional ternama. Pola ini melanjutkan konsep soundtrack multikarya yang pertama kali diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar dengan melibatkan beragam genre dan musisi dari berbagai negara.

Meski lagu yang terinspirasi Piala Dunia telah bermunculan sejak 1962, FIFA baru mulai menetapkan lagu resmi turnamen pada 1990. Berikut daftar lagu tema resmi Piala Dunia dari masa ke masa.

1. "Un'estate italiana (To Be Number One)" – Piala Dunia 1990

Piala Dunia 1990 di Italia menggunakan lagu "Un'estate italiana (To Be Number One)" sebagai soundtrack resmi turnamen. Lagu tersebut dibawakan oleh Edoardo Bennato dan Gianna Nannini dalam versi bahasa Italia, sementara versi bahasa Inggris dibawakan oleh Giorgio Moroder Project.

2. "Gloryland" – Piala Dunia 1994

Ketika Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994, FIFA memilih lagu "Gloryland" sebagai soundtrack resmi. Lagu bernuansa rock, R&B, dan soul itu dibawakan oleh Daryl Hall bersama kelompok vokal dan instrumental Sounds of Blackness.

3. "La Copa de la Vida (Cup of Life)" – Piala Dunia 1998

Piala Dunia 1998 di Prancis melahirkan salah satu lagu sepak bola paling ikonik sepanjang masa, yakni "La Copa de la Vida" atau "Cup of Life" yang dinyanyikan oleh Ricky Martin. Lagu tersebut direkam dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Berkat karya itu, penyanyi asal Puerto Riko tersebut meraih penghargaan Grammy untuk kategori penampilan pop Latin terbaik.

Selain lagu resmi, FIFA juga memperkenalkan anthem turnamen berjudul "La Cour des Grands (Do You Mind If I Play)" yang dibawakan oleh Youssou N'Dour dan Axelle Red.

4. "Boom" – Piala Dunia 2002

Saat Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002, FIFA menetapkan lagu "Boom" yang dibawakan Anastacia sebagai soundtrack resmi. Turnamen tersebut juga memiliki anthem resmi berjudul "Anthem" karya Vangelis.

Selain itu, FIFA turut menghadirkan lagu resmi lokal bertajuk "Let's Get Together" yang dibawakan oleh sejumlah musisi dari negara tuan rumah.

5. "The Time of Our Lives" – Piala Dunia 2006

Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 dengan lagu resmi "The Time of Our Lives" yang dibawakan Il Divo bersama Toni Braxton.

Pada edisi yang sama, FIFA juga menetapkan lagu kebangsaan resmi berjudul "Zeit dass sich was dreht (Rayakan Hari Itu)" karya Herbert Grönemeyer yang berkolaborasi dengan Amadou & Mariam.

6. "Waka Waka (This Time for Africa)" – Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menghadirkan tiga kategori lagu pengiring turnamen, yakni lagu resmi, lagu maskot, dan lagu kebangsaan resmi.

Lagu resmi yang dipilih adalah "Waka Waka (This Time for Africa)" yang dibawakan Shakira bersama grup Freshlyground dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Lagu tersebut berkembang menjadi fenomena global dengan jumlah pemutaran lebih dari 4,5 miliar kali di kanal YouTube resmi Shakira.

Sementara itu, lagu maskot resmi berjudul "Game On" dibawakan oleh Pitbull, TKZee, dan Dario G. Adapun lagu kebangsaan resminya adalah "Sign of a Victory" yang dinyanyikan R. Kelly bersama Soweto Spiritual Singers.

7. "We Are One (Ole Ola)" – Piala Dunia 2014

Brasil menghadirkan nuansa khas Amerika Latin melalui lagu resmi "We Are One (Ole Ola)" yang dinyanyikan Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte. Lagu tersebut dibawakan dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Portugis.

Selain soundtrack utama, FIFA juga memperkenalkan lagu maskot resmi "Tatu Bom de Bola" yang dibawakan Arlindo Cruz dalam bahasa Portugis. Lagu kebangsaan resmi turnamen saat itu adalah "Dar um Jeito (We Will Find a Way)" karya Carlos Santana yang menampilkan Wyclef, Avicii, dan Alexandre Pires.

8. "Live It Up" – Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 di Rusia hanya memiliki satu lagu resmi, yakni "Live It Up". Lagu tersebut dibawakan Nicky Jam bersama Will Smith dan Era Istrefi dalam versi bahasa Inggris dan Spanyol.

9. "Hayya Hayya" hingga "Dreamers" – Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi tonggak baru karena FIFA menggunakan konsep soundtrack multikarya. Lagu pertama yang dirilis adalah "Hayya Hayya (Better Together)" yang dibawakan Trinidad Cardona, Davido, dan Aisha.

Setelah itu, FIFA memperkenalkan sejumlah lagu lain, yakni "Tukoh Taka" karya Nicki Minaj, Maluma, dan Myriam Fares; "Arhbo" karya Ozuna, Gims, dan RedOne; "Light the Sky" karya Balqees, Nora Fatehi, Rahma Riad, dan Manal; serta "Dreamers" yang dibawakan Jung Kook dari grup BTS.

10. "Dai Dai", "Goals", hingga "Por Ella" – Piala Dunia 2026

Untuk Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, FIFA kembali mengusung konsep soundtrack multikarya dengan melibatkan sejumlah musisi internasional.

Daftar lagu yang telah diperkenalkan antara lain "Lighter" dari Jelly Roll dan Carín León, "Por Ella" dari Los Ángeles Azules dan Belinda, serta "Echo" yang dibawakan Daddy Yankee bersama Shenseea.

Selain itu, Jessie Reyez dan Elyanna menyumbangkan lagu "Illuminate", sementara LISA, Anitta, dan Rema berkolaborasi dalam lagu "Goals". Adapun Shakira kembali terlibat melalui lagu "Dai Dai" yang dibawakan bersama Burna Boy.

Menurut FIFA, lagu "Dai Dai" juga menjadi bagian dari kampanye Dana Pendidikan Warga Global FIFA yang menargetkan pengumpulan dana hingga 100 juta dolar AS pada akhir turnamen. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu anak-anak di berbagai negara mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik sekaligus kesempatan bermain sepak bola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online