NTT Puncaki Daftar Literasi Terbaik Indonesia 2026
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Bulan Juni 2026 menjadi momen istimewa bagi para pencinta astronomi. Berbagai fenomena langit yang memukau akan bergantian hadir, mulai dari konjungsi planet-planet terang, parade benda langit di waktu subuh, hingga puncak hujan meteor.
Kabar baiknya, sebagian besar fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang dari wilayah Indonesia, asalkan kondisi langit cerah dan bebas dari polusi cahaya.
Berikut adalah jadwal sembilan fenomena astronomi yang akan menghiasi langit sepanjang Juni 2026:
| Tanggal | Fenomena | Deskripsi Singkat | Tips Pengamatan |
| 8–9 Juni | Konjungsi Venus & Jupiter | Venus dan Jupiter tampak sangat berdekatan di langit barat. | Amati setelah matahari terbenam. |
| 10 Juni | Konjungsi Saturnus & Bulan | Bulan sabit tipis dan Saturnus berpasangan di langit timur. | Amati dini hari (04.00–05.00). |
| 11 Juni | Parade Mars, Bulan, & Saturnus | Membentuk garis diagonal rapat di langit timur. | Gunakan teropong untuk melihat cincin Saturnus. |
| 12 Juni | Mars & Bulan Makin Dekat | Jarak kedua objek hanya sekitar 6,5 derajat. | Amati di langit timur sebelum fajar. |
| 15 Juni | Bulan Baru & Elongasi Merkurius | Langit sangat gelap; waktu terbaik mengamati objek redup. | Lokasi minim polusi cahaya; cari Merkurius saat senja. |
| 21 Juni | Solstis Juni | Matahari mencapai titik paling utara. | Peristiwa penting penanda perubahan musim. |
| 27 Juni | Puncak Hujan Meteor Bootid | Diperkirakan puluhan meteor per jam. | Amati setelah tengah malam ke arah rasi Bootes. |
| 27–30 Juni | Mars Bertemu Pleiades | Planet Mars berdekatan dengan gugus bintang Pleiades. | Amati di timur 90 menit sebelum matahari terbit. |
| 30 Juni | Strawberry Moon | Bulan purnama di titik apogee (tampak lebih kecil). | Terbit di timur saat matahari terbenam. |
Inti Galaksi Bimasakti
Salah satu momen yang paling dinanti adalah kemunculan pusat atau inti Galaksi Bimasakti (Milky Way). Tanggal 15 Juni menjadi waktu paling sempurna karena bertepatan dengan fase Bulan Baru, di mana langit malam sangat gelap.
Bagi yang ingin mengabadikan momen ini, gunakan tripod dan kamera dengan eksposur panjang (15–30 detik), aperture lebar (f/2.8 atau lebih rendah), dan ISO 1600–3200.
Tips Mengamati Fenomena Langit
Agar pengalaman mengamati Anda maksimal, perhatikan langkah-langkah berikut:
- Cari Lokasi Gelap: Jauhi polusi cahaya kota agar detail langit terlihat jelas.
- Adaptasi Mata: Berikan waktu sekitar 15–20 menit bagi mata untuk terbiasa dengan kegelapan.
- Cek Cuaca: Pastikan langit cerah dan tidak berawan sebelum melakukan pengamatan.
- Gunakan Aplikasi: Manfaatkan aplikasi seperti Stellarium atau Sky Map untuk mengidentifikasi posisi benda langit secara real-time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Reaktivasi Bandara Adisutjipto diyakini dongkrak wisata, UMKM, dan ekonomi Sleman. Ini dampak dan strateginya.
Pemkot Jogja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dengan menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Kota Jogja, Selasa (2/6)
Cara cek PIP 2026 secara online pakai NISN dan NIK, lengkap syarat penerima dan besaran bantuan terbaru.
Ratusan driver Gojek di Jogja gelar aksi solidaritas kawal sidang Nadiem Makarim. Mereka menuntut transparansi dan keadilan bagi sang pendiri Gojek.
DPUPRKP) Gunungkidul akan melanjutkan proyek normalisasi luweng yang mulai dilaksanakan di 2025. Di tahun ini, normalisasi akan menyasar Luweng Gabluk Ponjong.