Man City vs PSG: The Citizens Incar Kemenangan, Ini Posisi Kedua Tim
Manchester City menjamu PSG pada Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, posisi klasemen, performa terakhir, dan rekor pertemuan kedua tim.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA – Kebiasaan minum kopi ternyata tidak hanya memberikan efek menyegarkan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh, khususnya mikrobioma usus.
Hal ini terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications yang meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mikroorganisme dalam tubuh.
Penelitian tersebut melibatkan 62 peserta, baik peminum kopi rutin maupun non-peminum kopi. Para peneliti menganalisis sampel darah dan feses untuk melihat perubahan komposisi bakteri usus serta senyawa kimia dalam tubuh.
Dalam tahap awal, sebagian peserta diminta menjalani fase “washout” dengan menghentikan konsumsi kopi, cokelat hitam, dan sumber kafein lainnya selama dua minggu. Setelah itu, mereka kembali mengonsumsi empat cangkir kopi per hari, baik kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein (decaf), selama tiga minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi mikrobioma usus.
Peminum kopi diketahui memiliki kadar lebih tinggi beberapa bakteri yang dianggap bermanfaat, seperti Cryptobacterium curtum, Eggertella sp, dan kelompok Firmicutes.
Bakteri tersebut diduga berperan dalam menjaga kesehatan mulut serta mendukung keseimbangan metabolisme dan suasana hati.
Selain itu, peneliti juga menemukan peningkatan senyawa antiinflamasi seperti sitokin IL-10 dan asam fenolat pada peminum kopi, yang berperan dalam menurunkan peradangan dalam tubuh.
Dari sisi kesehatan mental, penelitian ini mencatat bahwa peminum kopi, baik berkafein maupun decaf, mengalami penurunan tingkat stres dan gejala depresi.
Pada kelompok peminum kopi berkafein, efek tambahan berupa penurunan kecemasan dan peningkatan fokus juga ditemukan.
Hal ini menunjukkan bahwa kopi tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga berkontribusi terhadap keseimbangan emosional.
Menariknya, efek kopi berbeda tergantung jenisnya. Kopi decaf lebih dikaitkan dengan peningkatan kemampuan belajar dan memori, sementara kopi berkafein lebih efektif dalam meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Artinya, manfaat kopi dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas harian.
Penelitian juga menegaskan bahwa kedua jenis kopi tersebut sama-sama membantu menurunkan peradangan tubuh yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Senyawa asam fenolat dalam kopi disebut berperan penting dalam mendukung kesehatan jantung, sensitivitas insulin, dan metabolisme lemak.
Peneliti utama dari APC Microbiome Ireland di University College Cork, John Cryan, menyebut kopi sebagai faktor diet kompleks yang memengaruhi banyak aspek kesehatan.
“Kopi lebih dari sekadar kafein, ia adalah faktor diet kompleks yang berinteraksi dengan mikroba usus, metabolisme, dan kesejahteraan emosional kita,” ujarnya dikutip dari Real Simple.
Ia menambahkan bahwa baik kopi berkafein maupun decaf memiliki efek berbeda namun saling melengkapi terhadap kesehatan tubuh.
Dengan temuan ini, konsumsi kopi harian dinilai tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, selama tidak berlebihan.
Namun, peneliti mengingatkan agar konsumsi gula dan krimer tetap dibatasi karena dapat mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City menjamu PSG pada Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, posisi klasemen, performa terakhir, dan rekor pertemuan kedua tim.
Pemda DIY menganggarkan Rp373 juta untuk perbaikan pagar Mandala Krida pada 2026. DPRD DIY sempat mengusulkan anggaran ditunda.
IMF memperingatkan tekanan utang negara berkembang akibat konflik AS-Iran, sementara perlambatan investasi AI berisiko menekan ekonomi global.
Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dunia dan menanti data inflasi AS.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
KPK mencatat pemulihan aset negara Rp603 miliar hingga triwulan III 2026, termasuk Rp106 miliar dari perkara korupsi pejabat ATR/BPN.