27 Orang Ditangkap dalam Penggerebekan Kampung Bahari, Ini Temuannya
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Antropolog Indonesia Semiarto Aji Purwanto menilai gaya hidup konsumtif seperti nongkrong di tempat mahal hingga belanja impulsif menjadi jenis pengeluaran yang paling memungkinkan dikurangi saat menerapkan konsep frugal living atau hidup hemat.
Guru Besar Antropologi dari Universitas Indonesia itu menjelaskan pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan tersier merupakan pos yang paling fleksibel untuk ditekan.
“Kalau kita mau hidup sederhana, frugal living, ya jelas gaya hidup yang gagasannya adalah konsumsi barang-barang tertier,” ujarnya.
Pengeluaran Tersier Paling Mudah Dikurangi
Semiarto mencontohkan kebiasaan nongkrong di mal, membeli kopi premium, hingga makan di tempat mahal sebagai bentuk pengeluaran yang bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Menurutnya, hidup hemat bukan berarti menghilangkan kesenangan, melainkan mengatur prioritas secara rasional.
“Kopi sekarang kisaran harganya dari Rp5.000 sampai di atas Rp100.000. Pilihannya itu aja. Hidup disesuaikan,” katanya.
Waspadai Belanja Impulsif dan FOMO
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena impulse consumption atau belanja impulsif yang kerap dipicu diskon dan tren media sosial.
“Ada diskon, buruan. Ada flash sale, ayo buruan. Atau sekadar FOMO aja, si A, si B, si C sudah beli kok kita enggak,” jelasnya.
Kebiasaan membeli barang karena tren atau dorongan status sosial, menurutnya, sering kali membuat konsumsi menjadi tidak esensial.
Termasuk di dalamnya fanatisme terhadap merek tertentu serta kebiasaan mengganti gawai terlalu cepat meski masih layak pakai.
“HP itu bisa tahan tiga sampai empat tahun, tapi karena setengah tahun sekali ada model baru, enggak perlulah kita ganti terus,” ujarnya.
Kebutuhan Ini Sebaiknya Tidak Dikurangi
Meski mendorong efisiensi pengeluaran, Semiarto menegaskan ada kebutuhan yang sebaiknya tidak ditekan secara berlebihan, seperti kesehatan, pendidikan, serta penunjang mobilitas dan akses internet.
“Yang susah dikurangi itu kesehatan dan pendidikan. Biasanya itu sudah prioritas,” katanya.
Frugal Living Bukan Sekadar Hemat
Ia menambahkan, frugal living pada dasarnya bukan hanya soal mengurangi pengeluaran, tetapi bagaimana seseorang mengonsumsi sesuatu secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan, keinginan, dan kondisi finansial tanpa harus kehilangan kualitas hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran