Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Karyawan duduk - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Promosi jabatan kerap dianggap sebagai simbol kesuksesan dalam karier. Namun di balik itu, tidak sedikit karyawan justru memilih menolak atau menghindarinya.
Fenomena ini muncul karena promosi sering tidak selaras dengan kesiapan dan kebutuhan individu. Dalam banyak kasus, kenaikan jabatan lebih didorong kebutuhan organisasi daripada mempertimbangkan kecocokan kompetensi dan minat karyawan.
Melansir Forbes, Senin (27/4/2026), ada tiga alasan utama yang membuat karyawan enggan menerima promosi.
1. Peran Baru Tak Sesuai Passion
Ketidaksesuaian peran menjadi faktor paling dominan. Banyak karyawan awalnya memilih pekerjaan berdasarkan minat, namun saat dipromosikan justru harus berpindah fungsi.
Contohnya, pekerja kreatif yang terbiasa menghasilkan ide harus beralih menjadi manajer yang fokus pada koordinasi dan administrasi.
Perubahan ini memicu “disonansi karier”—di satu sisi promosi adalah pencapaian, tetapi di sisi lain justru mengurangi kepuasan kerja karena menjauh dari passion.
2. Beban dan Tekanan Kerja Meningkat
Promosi identik dengan tanggung jawab lebih besar. Karyawan tidak lagi hanya fokus pada tugas pribadi, tetapi juga harus mengelola tim dan target yang lebih kompleks.
Tekanan ini sering kali membuat sebagian orang memilih bertahan di posisi lama yang dianggap lebih stabil.
Zona nyaman menjadi pertimbangan realistis, terutama jika perubahan peran tidak diimbangi dukungan yang memadai.
3. Gaji Tak Seimbang dengan Beban Emosional
Kenaikan gaji tidak selalu sebanding dengan tekanan baru. Banyak karyawan menilai tambahan penghasilan tidak cukup mengompensasi beban mental, stres, dan terganggunya keseimbangan hidup (work-life balance).
Bahkan, dalam beberapa kasus, status baru tidak otomatis diiringi peningkatan penghargaan dari lingkungan kerja.
Perlu Perubahan Mindset dan Sistem Kerja
Agar promosi tidak lagi dianggap “beban”, perusahaan perlu membenahi pendekatan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengubah persepsi promosi sebagai pengembangan karier, bukan sekadar mengisi posisi kosong
- Memberikan pelatihan dan pendampingan sebelum karyawan naik jabatan
- Menyesuaikan peran baru dengan keahlian sebelumnya agar transisi lebih mulus
- Mengedukasi makna kemajuan karier sebagai proses bertumbuh, bukan hanya penghargaan
Pada akhirnya, promosi jabatan seharusnya menjadi peluang berkembang, bukan sumber tekanan baru. Keseimbangan antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan individu menjadi kunci agar promosi benar-benar membawa manfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.