Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Penelitian terbaru dalam jurnal Neuropsychopharmacology mengungkap hubungan antara tidur, kafein, dan fungsi otak lebih kompleks dari yang selama ini dipahami. Temuan ini menyoroti dampak serius kurang tidur terhadap memori, sekaligus menjelaskan peran kafein sebagai “penolong sementara”.
Penelitian yang dikutip dari EatingWell pada Minggu (20/4/2026) tersebut dilakukan terhadap 119 tikus dengan pola makan dan siklus tidur normal. Fokus utama riset adalah melihat bagaimana kurang tidur memengaruhi memori sosial serta apakah kafein mampu mengubah dampak tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa kurang tidur secara langsung menurunkan kinerja otak, khususnya pada bagian hipokampus—wilayah yang berperan penting dalam pembentukan memori. Tikus yang mengalami kurang tidur tercatat mengalami penurunan aktivitas otak dan peningkatan reseptor adenosin A1, yang berkaitan dengan rasa kantuk serta menurunnya aktivitas neuron.
Namun, temuan menarik muncul ketika kafein diberikan. Peneliti menemukan bahwa kafein mampu “membalikkan” sebagian efek negatif kurang tidur. Tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan fungsi otak dan memori sosial meskipun dalam kondisi kurang istirahat.
Secara ilmiah, kafein bekerja sebagai antagonis adenosin—zat yang menumpuk di otak sepanjang hari dan memicu rasa kantuk. Dengan memblokir adenosin, kafein membantu menjaga aktivitas neuron tetap tinggi, sehingga seseorang merasa lebih waspada dan fokus.
Meski demikian, peneliti menegaskan hasil ini tidak bisa langsung diterapkan pada manusia. Studi dilakukan pada hewan dengan dosis dan pengukuran khusus yang berbeda dari kondisi nyata pada manusia. Namun, sejumlah penelitian lain pada manusia menunjukkan tren serupa, di mana konsumsi kafein—terutama pada pagi hari—dapat meningkatkan perhatian, pemrosesan informasi, dan performa kognitif.
Meski kopi bisa membantu, tidur tetap tidak tergantikan. Penelitian ini menegaskan bahwa kafein hanya bersifat sementara dalam mengatasi dampak kurang tidur. Fungsi otak tetap membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas sebagai fondasi utama.
Karena itu, menjaga pola tidur tetap menjadi kunci. Mulai dari tidur dan bangun di jam yang sama, mengurangi paparan layar sebelum tidur, hingga membangun rutinitas relaksasi seperti membaca atau mendengarkan musik. Selain itu, konsumsi kafein juga perlu diatur—terutama menghindari minum kopi pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Kesimpulannya, secangkir kopi mungkin membantu Anda tetap fokus setelah begadang, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan peran tidur bagi kesehatan otak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.