vivo X Fold6 Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera ZEISS 200 MP
vivo X Fold6 resmi meluncur dengan baterai 7.000 mAh, kamera ZEISS 200 MP, layar lipat 8,02 inci, serta fitur AI untuk produktivitas dan multitasking.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Penelitian terbaru dalam jurnal Neuropsychopharmacology mengungkap hubungan antara tidur, kafein, dan fungsi otak lebih kompleks dari yang selama ini dipahami. Temuan ini menyoroti dampak serius kurang tidur terhadap memori, sekaligus menjelaskan peran kafein sebagai “penolong sementara”.
Penelitian yang dikutip dari EatingWell pada Minggu (20/4/2026) tersebut dilakukan terhadap 119 tikus dengan pola makan dan siklus tidur normal. Fokus utama riset adalah melihat bagaimana kurang tidur memengaruhi memori sosial serta apakah kafein mampu mengubah dampak tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa kurang tidur secara langsung menurunkan kinerja otak, khususnya pada bagian hipokampus—wilayah yang berperan penting dalam pembentukan memori. Tikus yang mengalami kurang tidur tercatat mengalami penurunan aktivitas otak dan peningkatan reseptor adenosin A1, yang berkaitan dengan rasa kantuk serta menurunnya aktivitas neuron.
Namun, temuan menarik muncul ketika kafein diberikan. Peneliti menemukan bahwa kafein mampu “membalikkan” sebagian efek negatif kurang tidur. Tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan fungsi otak dan memori sosial meskipun dalam kondisi kurang istirahat.
Secara ilmiah, kafein bekerja sebagai antagonis adenosin—zat yang menumpuk di otak sepanjang hari dan memicu rasa kantuk. Dengan memblokir adenosin, kafein membantu menjaga aktivitas neuron tetap tinggi, sehingga seseorang merasa lebih waspada dan fokus.
Meski demikian, peneliti menegaskan hasil ini tidak bisa langsung diterapkan pada manusia. Studi dilakukan pada hewan dengan dosis dan pengukuran khusus yang berbeda dari kondisi nyata pada manusia. Namun, sejumlah penelitian lain pada manusia menunjukkan tren serupa, di mana konsumsi kafein—terutama pada pagi hari—dapat meningkatkan perhatian, pemrosesan informasi, dan performa kognitif.
Meski kopi bisa membantu, tidur tetap tidak tergantikan. Penelitian ini menegaskan bahwa kafein hanya bersifat sementara dalam mengatasi dampak kurang tidur. Fungsi otak tetap membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas sebagai fondasi utama.
Karena itu, menjaga pola tidur tetap menjadi kunci. Mulai dari tidur dan bangun di jam yang sama, mengurangi paparan layar sebelum tidur, hingga membangun rutinitas relaksasi seperti membaca atau mendengarkan musik. Selain itu, konsumsi kafein juga perlu diatur—terutama menghindari minum kopi pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Kesimpulannya, secangkir kopi mungkin membantu Anda tetap fokus setelah begadang, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan peran tidur bagi kesehatan otak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
vivo X Fold6 resmi meluncur dengan baterai 7.000 mAh, kamera ZEISS 200 MP, layar lipat 8,02 inci, serta fitur AI untuk produktivitas dan multitasking.
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.
Jadwal dan persaingan MotoGP Belanda 2026 di Assen, termasuk aksi Veda Ega Pratama di Moto3 dan hasil Sprint Race MotoGP.
YouTube Shorts hadir dengan layar bersih, fitur 2x speed, dan perubahan interaksi seperti TikTok.
RD Kongo lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Uzbekistan 3-1. Hasil ini membuat Korea Selatan tersingkir dan nasib Iran belum aman.
Harga emas dan perak Antam hari ini, Minggu 28 Juni 2026, stagnan. Namun secara mingguan perak turun 7,87 persen dan emas melemah 0,30 persen.