Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Foto ilustrasi work from home, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kembali menguat seiring kebijakan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menyikapi hal ini, desainer interior Melina Ardianti Hadiatmodjo membagikan sejumlah kiat untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman dan tetap produktif di rumah.
Menurut Melina, tidak semua orang memiliki ruang khusus untuk bekerja. Namun, hal terpenting adalah menemukan sudut rumah yang mampu mendukung fokus.
“Tidak semua orang punya ruangan khusus. Yang penting adalah menemukan titik yang membantu fokus,” ujarnya.
1. Hindari Bekerja di Tempat Tidur
Ia menekankan pentingnya menjaga kenyamanan dalam jangka panjang. Bekerja di atas tempat tidur sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa kantuk dan menurunkan produktivitas.
Sebagai alternatif, pekerja bisa menggunakan meja lipat atau penopang bantal agar posisi duduk tetap ergonomis. Duduk di sofa atau lantai juga diperbolehkan selama ada penopang punggung dan pijakan kaki yang memadai.
2. Manfaatkan Pencahayaan Alami
Pencahayaan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana kerja yang nyaman. Cahaya alami dinilai paling efektif untuk membantu konsentrasi.
Sudut kecil dengan pencahayaan yang tepat bahkan bisa berfungsi sebaik meja kerja di kantor. Jika ruangan minim cahaya, tambahan lampu meja sangat disarankan untuk mengurangi kelelahan mata.
3. Atur Ruang Multifungsi
Banyak rumah saat ini menggabungkan beberapa fungsi dalam satu area, seperti ruang keluarga, ruang makan, hingga ruang kerja. Dalam kondisi tersebut, pembeda visual sederhana dapat membantu otak beradaptasi.
Penggunaan karpet kecil, meja lipat, atau perubahan arah duduk dapat menjadi penanda perpindahan dari suasana santai ke mode kerja.
Selain itu, kebiasaan merapikan peralatan kerja setelah selesai juga penting untuk menjaga batas antara waktu kerja dan waktu pribadi.
4. Jaga Kerapian dan Minimalkan Gangguan
Meja kerja yang rapi berpengaruh besar terhadap konsentrasi. Melina menyarankan penggunaan wadah penyimpanan portabel agar dokumen tidak berserakan.
Untuk mengatasi kebisingan, penggunaan karpet atau tirai tebal bisa membantu meredam suara. Alternatif lainnya adalah menggunakan headset dengan fitur peredam bising untuk mendukung kelancaran rapat daring.
5. Bangun Rutinitas Kerja
Terakhir, Melina menekankan pentingnya membangun rutinitas sederhana sebagai penanda waktu kerja. Misalnya dengan menata meja sebelum mulai bekerja, menyiapkan minuman favorit, atau memutar musik tertentu.
Kebiasaan kecil ini dinilai efektif membantu tubuh dan pikiran lebih siap menjalani aktivitas kerja meski dilakukan dari rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.