Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Suasana camping ground di area Tebing Breksi pada malam Tahun Baru 2023./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menjadi momen yang dinanti masyarakat. Tanpa pesta kembang api, perayaan tahun baru di Jogja lebih banyak diisi dengan aktivitas santai, menikmati suasana kota, serta berkumpul bersama keluarga dan kerabat di berbagai ruang publik maupun destinasi wisata.
Sejumlah titik di DIY diprediksi tetap ramai dikunjungi warga dan wisatawan pada malam pergantian tahun, dengan karakter dan suasana yang beragam.
Pusat Kota Jogja
Di pusat kota, kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer masih menjadi tujuan utama. Kedua lokasi ini menawarkan atmosfer khas Jogja dengan latar bangunan bersejarah, aktivitas seni jalanan, serta ruang terbuka untuk berjalan kaki sambil menunggu detik-detik pergantian tahun.
Alternatif lain berada di Alun-alun Kidul dan Alun-alun Utara. Alun-alun Kidul kerap dipilih keluarga karena suasananya yang lebih cair, sementara Alun-alun Utara menghadirkan nuansa tenang dengan latar kawasan Keraton Yogyakarta.
Wilayah Sleman
Di wilayah Sleman, Sleman City Hall (SCH) menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat. Area publik dan pusat kuliner di kawasan ini dimanfaatkan pengunjung untuk menghabiskan malam tahun baru tanpa hiburan berskala besar.
Masih di Sleman, kawasan wisata Tebing Breksi dan Kaliurang menawarkan suasana berbeda. Tebing Breksi menghadirkan panorama tebing batu kapur yang unik, sedangkan Kaliurang dikenal dengan udara sejuk lereng Gunung Merapi, cocok bagi pengunjung yang ingin merayakan tahun baru jauh dari hiruk-pikuk kota.
Destinasi berbasis panorama juga menjadi pilihan, seperti HeHa Sky View, HeHa Ocean View, serta Obelix Hills (On The Rock). Lokasi-lokasi ini menawarkan pemandangan lampu kota dan bentang alam yang menjadi daya tarik utama saat malam hari.
Wilayah Bantul-Gunungkidul
Sementara itu, kawasan pantai selatan tetap diminati. Pantai Parangtritis di Bantul serta Pantai Baron dan Pantai Indrayanti di Gunungkidul menjadi tujuan wisatawan yang memilih menyambut tahun baru dengan suasana alam dan menanti matahari terbit di pagi pertama 2026.
Bagi pencari ketenangan, Hutan Pinus Mangunan di Bantul menjadi alternatif. Suasana sejuk dan lingkungan alami menjadikan kawasan ini cocok untuk perayaan sederhana dan reflektif.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk merayakan malam Tahun Baru 2026 secara tertib, menjaga keselamatan, serta mematuhi pengaturan lalu lintas dan ketentuan yang berlaku di masing-masing lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.