Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Cara grup wanita Huntr/x di "Kpop Demon Hunters" menyeruput mi dinilai berbahaya oleh sejumlah dokter yang ada di Amerika Serikat. ANTARA/HO-Youtube-Netflix Family
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena #KPopNoodleChallenge yang meniru adegan film Kpop Demon Hunters menuai peringatan medis karena berisiko menimbulkan luka bakar serius.
Seorang dokter dari Rumah Sakit Anak Shriners di Boston, Amerika Serikat mengingatkan masyarakat untuk tidak meniru cara grup wanita Huntr/x di "Kpop Demon Hunters" ketika menyeruput mi.
Mengutip siaran Korea Joongang Daily pada Rabu (1/10), adegan itu dinilai berbahaya untuk ditiru karena memakan ramyeon (mi asal Korea Selatan) instan yang masih panas dan mendidih. Banyak orang kemudian menirunya dan mengambil video sebagai konten tantangan di media sosial.
Rumah Sakit Anak Shriners kemudian mengeluarkan pernyataan di situs web resminya yang menyatakan bahwa mi instan cup menyumbang sekitar sepertiga dari kasus luka bakar pada anak-anak.
Rumah sakit memperingatkan tentang semakin populernya tren seperti "#KPopNoodleChallenge" dan "#DemonHuntersRamen" di TikTok, di mana pengguna muda mencoba meniru adegan dari film dengan cepat menyeruput mi instan cup seperti karakter utamanya.
Mi instan cup diketahui berisiko tinggi terkena luka bakar, terutama saat mengeluarkan wadah dari microwave atau membuka tutupnya. Rumah sakit menekankan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap luka bakar karena kulit mereka lebih tipis dan lebih sensitif terhadap panas.
"Kami tidak mengatakan anak-anak tidak boleh berpartisipasi dalam tren yang menyenangkan, tetapi mereka harus melakukannya dengan aman dan dengan pengawasan orang dewasa," kata Dr. Colleen Ryan, seorang dokter di rumah sakit tersebut.
BACA JUGA: Orang Tua Perlu Literasi Digital untuk Cegah Anak Kecanduan
"Satu tumpahan saja dapat menyebabkan luka bakar yang dalam dan menyakitkan, yang mengakibatkan bekas luka seumur hidup," tambahnya.
Seorang ahli bedah plastik yang berbasis di Vancouver, Kanada, Dr. Zach Zhang menambahkan bahwa mi gelas biasanya memiliki dasar yang sempit dan airnya terisi penuh, sehingga mudah terguling dan bahkan lebih berbahaya jika airnya jatuh mengenai wajah anak-anak.
Para ahli juga mencatat bahwa mi gelas telah lama diidentifikasi sebagai penyebab utama luka bakar pada anak-anak, terlepas dari popularitas film tersebut.
Menurut sebuah studi tahun 2023 oleh rumah sakit anak-anak Universitas Chicago, 31 persen pasien luka bakar anak yang dirawat di rumah sakit karena cedera telah tersiram air panas oleh mi gelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.