Lengger Bicara 2026 Jadi Ruang Budaya dan Edukasi Banyumas
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.
Penyair Taufiq Ismail (kiri) menerima penghargaan lifetime achievement Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025 yang diberikan secara langsung oleh Co-Founder and Director UWRF Janet DeNeefe (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025). - ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Harianjogja.com, JAKARTA—Taufiq Ismail dinobatkan sebagai penerima penghargaan lifetime achievement oleh Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025, sebagai pengakuan atas kiprah dan warisannya di dunia sastra Indonesia.
"Tugas kami bukan hanya untuk mengenali dan mendorong penulis-penulis yang berkembang, tetapi juga untuk menghormati penulis-penulis yang telah menciptakan sebuah legasi di Indonesia," kata Co-Founder and Director UWRF Janet DeNeefe dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Janet mengatakan pengambilan keputusan dalam menentukan Taufiq telah melalui berbagai diskusi yang panjang. Pemberian penghargaan itu pun hanya diberikan kepada individu yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi generasi muda.
Dalam hal ini, Taufiq dianggap telah berkontribusi karena memiliki latar belakang sebagai pendiri majalah sastra bulanan bernama Horison, serta membawa dampak pada generasi penerus lewat sebuah program Siswa Bertanya, Sastrawan Menjawab.
Taufiq Ismail yang datang dalam acara tersebut mengaku terharu dan tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan dari UWRF 2025, di usia yang sudah melewati angka 90 tahun.
"Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya, semoga UWRF ini tambah maju dan sukses, tentu ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangan literasi di Tanah Air kita," ujar Taufiq.
BACA JUGA: Pemda DIY Belum Putuskan Lanjut Program Sampah Jadi Energi
Dalam kesempatan itu, pria yang sempat mengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut juga menyempatkan diri untuk membacakan sebuah puisi yang ditulisnya pada tahun 2006 kepada hadirin yang ada dalam ruangan.
Diketahui judul puisi yang ia bawakan itu adalah Merindukan Sebuah Dunia.
Selain dikenal sebagai penyair, Taufiq adalah tokoh penting dalam sastra Indonesia pada periode pasca-Soekarno dan dinilai sebagai salah satu pelopor "Generasi '66".
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) akan digelar pada 29 Oktober hingga 2 November 2025. Festival ini menghadirkan penulis, aktor, jurnalis, penyair, dan pemikir terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk membahas berbagai tantangan besar masa kini dengan tema utama Aham Brahmasmi – I Am the Universe.
Tema itu merupakan sebuah konsep Sansekerta dari kebijaksanaan Hindu kuno yang berasal dari Brihadaranyaka Upanishad. Diterjemahkan sebagai I am the Universe, tema ini menandai kesatuan antara diri manusia dengan semesta atau kekuatan kosmis tertinggi, dan mengakui bahwa setiap individu memiliki potensi kreatif yang sama dengan alam semesta itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.