Perokok Wajib Tahu! Ini Cara Rokok Memicu Kanker Mulut
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
Ilustrasi camilan buah dan sayur - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ahli Gizi menyarankan orang tua untuk memilihkan camilan yang sehat dan bergizi bagi anak demi tumbuh kembang anak.
Ahli gizi Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si menyarankan orang tua tidak hanya menilai soal rasa lezat ketika menayjikan camilan, namun, camilan itu juga harus bergizi.
"Orang tua dianjurkan untuk menyajikan camilan sehat seperti buah potong segar, jagung rebus, ubi kukus, bola-bola tempe, puding susu tanpa gula tambahan, atau dadar sayur mini," kata Ahli gizi lulusan Universitas Hasanuddin Dr. dr. Lucy Widasar, Kamis (13/6/2025)
Camilan yang disebutkan di atas, kata Lucy, cenderung lebih mudah diterima anak, namun, tetap mengandung asupan serat, vitamin, serta mineral yang penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Kandungan itu jauh bermanfaat dibandingkan dengan jajanan tinggi gula, garam, dan pewarna buatan yang berisiko mengganggu kesehatan.
Orang tua memiliki peran sebagai panutan utama bagi anak dalam memilih dan menikmati makanan sehat. Dalam hal ini, orang tua disarankan mendorong keterlibatan anak dalam proses pemilihan bahan dan persiapan makanan.
"Ini terbukti meningkatkan penerimaan anak terhadap jenis makanan baru. Misalnya anak yang ikut memilih dan menata buah di piringnya sendiri, akan lebih antusias memakannya," ujar dia.
BACA JUGA: Ide Resep Bekal Lauk dan Sayur untuk Anak Sekolah, Mudah Dibuat dan Bergizi
Lucy juga menyarankan pangan lokal yang bergizi dan mudah diakses juga bisa dimanfaatkan sebagai penguatan ketahanan pangan keluarga. Semisal, sayuran daun seperti kelor dan bayam, sumber karbohidrat seperti singkong dan jagung, serta protein seperti tempe dan ikan tawar, bisa dioptimalkan dalam menu harian.
Kebiasaan makan sehat, menurut Lucy, tidak terbentuk secara instan, melainkan proses dari pola asuh gizi yang dilakukan penuh kesadaran dan keberlanjutan. Menanamkan kebiasaan makan bergizi pada anak dinilai sebagai bentuk investasi untuk generasi yang lebih kuat, cerdas, dan sehat.
"Gizi bukan hanya soal apa yang dimakan, tetapi, bagaimana nilai-nilai makan itu dihidupi, dikenalkan sejak dini, dan diteladankan setiap hari," kata dia menambahkan.
Kebiasaan kecil seperti makan bersama juga menjadi momen pembelajaran yang bernilai, anak-anak belajar memahami makna kehidupan, rasa syukur, serta mengenal tanggung jawab terhadap tubuh mereka sendiri.
Tak hanya itu, anak juga perlu diajarkan mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan.
"Kebiasaan kecil ini, bila dilakukan secara konsisten dan dicontohkan oleh orang tua, akan menjadi pondasi kuat bagi tumbuh kembang anak yang sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya menjaga diri dan lingkungannya," kata Lucy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.