Stasiun Lidah Tanah yang Dibangun 1902 Kembali Ramai Penumpang
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Anak marah - Ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Kondisi saluran cerna bisa menjadi penyebab anak berperilaku negatif seperti mudah marah atau sulit bersosialisasi. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Anak yang juga Ahli Gastro Hepatologi jebolan Universitas Indonesia Dr. dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K).
“Permasalahan yang berkaitan dengan perilaku itu sering kali dibilang karena asuhan orang tuanya pasti tidak benar, padahal, yang banyak tidak diketahui orang adalah mood dan perilaku itu banyak dipengaruhi oleh kondisi saluran cernanya,” kata dia pada konferensi pers Lactogrow di Jakarta, Kamis (25/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa suasana hati atau mood yang baik sangat memengaruhi kemampuan anak untuk bersosialisasi. Ketika mood buruk, anak cenderung agresif, mudah tersinggung, hingga menolak bermain.
Namun hal yang mengejutkan, banyak kasus mood buruk ini ternyata berkaitan dengan kesehatan pencernaan, bukan semata-mata pola asuh.
“Ada yang namanya gut-brain axis, itu adalah hubungan antara usus dengan otak, ternyata ada hubungannya, dan usus itu disebut sebagai otak kedua, karena hal-hal yang ada di dalam usus itu ternyata memengaruhi hal-hal yang ada di otak,” ujar Ariani.
BACA JUGA: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik Gedung Baru DPRD DIY Dimulai Hari Ini
Dia menjelaskan, hubungan antara usus dan otak dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak. Di dalam usus, terdapat jutaan bakteri baik yang berperan penting dalam metabolisme dan kestabilan emosi.
Sayangnya, konsumsi makanan ultra-proses seperti mi instan hingga gorengan bisa merusak keseimbangan bakteri ini. Akibatnya, pencernaan terganggu dan berdampak pada perilaku anak. Ia menekankan pentingnya menjaga saluran cerna tetap sehat dengan memberikan anak makanan bergizi dan seimbang.
“Jika saluran cernanya tidak sehat, bakteri baiknya akan kurang, sehingga nanti akan sangat memengaruhi. Itu yang terjadi kalau anak tidak mendapatkan nutrisi yang baik,” demikian penjelasan dokter Ariani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.