Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Ilustrasi Media Sosial - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Istilah brain rot kini semakin populer untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu mengonsumsi konten digital di media sosial yang kurang bermanfaat, sehingga berdampak pada daya pikir dan produktivitas.
Apa Itu Brain Rot?
Brain rot adalah pembusukan otak. Istilah ini mengacu pada kondisi ketika seseorang terus-menerus mengonsumsi konten ringan, repetitif, dan kurang bermakna, sehingga mengurangi kemampuan berpikir kritis dan fokus.
Dilansir dari medicaldaily.com, fenomena ini banyak dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, yang menawarkan konten pendek dan cepat yang mudah dikonsumsi.
Dampak Negatif Brain Rot
Dilansir dari healthline.com, kecanduan konten digital dapat berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupan, antara lain.
Konsumsi konten pendek secara berlebihan dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk fokus dalam jangka waktu lama. Hal ini juga dapat memengaruhi daya ingat karena otak terbiasa dengan informasi yang cepat dan dangkal.
Konten yang bersifat instan dan hiburan semata membuat banyak orang jarang terpapar informasi yang lebih kompleks dan mendalam, sehingga kemampuan analitis mereka berkurang.
Kecanduan media sosial sering kali membuat seseorang sulit mengontrol waktu, sehingga mereka tetap terjaga hingga larut malam. Paparan cahaya biru dari layar juga dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Seseorang yang mengalami brain rot cenderung kesulitan menyelesaikan tugas-tugas penting karena lebih sering terdistraksi oleh konten media sosial.
BACA JUGA: Penutupan Plengkung Gading, Dishub DIY Sesuaikan Lalu Lintas di Tiga Persimpangan
Bagaimana Cara Mengatasi Brain Rot?
Meskipun kecanduan konten digital menjadi tantangan besar di era modern, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
Gunakan fitur pembatasan waktu di perangkat atau aplikasi untuk mengontrol durasi penggunaan media sosial.
Alih-alih hanya menonton video pendek yang bersifat hiburan, cobalah membaca artikel, mendengarkan podcast edukatif, atau menonton dokumenter yang dapat meningkatkan wawasan.
Luangkan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman secara langsung guna mengurangi ketergantungan pada media sosial.
Membiasakan diri untuk membaca buku atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat membantu melatih kembali daya pikir dan fokus.
Fenomena brain rot menjadi pengingat bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan dengan bijak. Dengan kesadaran dan pengelolaan yang baik, kita dapat tetap menikmati kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kesehatan mental dan produktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.