NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim peneliti dari Korea Selatan mengumumkan temuan teknologi pembalikan kanker yang tidak membunuh sel kanker, tetapi mengubah karakteristiknya menjadi keadaan mirip dengan sel normal.
Mereka mengklaim berhasil mengungkap untuk pertama kalinya bahwa sakelar molekuler yang dapat menginduksi pembalikan kanker pada saat sel normal berubah menjadi sel kanker tersembunyi dalam jaringan genetik.
Seperti dikutip dari Newsmedical.net, KAIST mengumumkan pada tanggal 5 Februari bahwa tim peneliti Profesor Kwang-Hyun Cho dari Departemen Bio dan Teknik Otak telah berhasil mengembangkan teknologi mendasar untuk menangkap fenomena transisi kritis pada saat sel normal berubah menjadi sel kanker dan menganalisisnya untuk menemukan sakelar molekuler yang dapat mengembalikan sel kanker menjadi sel normal.
Transisi kritis adalah fenomena di mana perubahan keadaan tiba-tiba terjadi pada titik waktu tertentu, seperti air yang berubah menjadi uap pada suhu 100 derajat Celsius. Fenomena transisi kritis ini juga terjadi dalam proses di mana sel normal berubah menjadi sel kanker pada titik waktu tertentu karena akumulasi perubahan genetik dan epigenetik.
Tim peneliti menemukan bahwa sel normal dapat memasuki keadaan transisi kritis yang tidak stabil di mana sel normal dan sel kanker hidup berdampingan tepat sebelum mereka berubah menjadi sel kanker selama tumorigenesis, produksi atau perkembangan tumor, dan menganalisis keadaan transisi kritis ini menggunakan metode biologi sistem untuk mengembangkan teknologi identifikasi sakelar molekuler pembalikan kanker yang dapat membalikkan proses karsinogenesis.
Mereka kemudian menerapkannya pada sel kanker usus besar dan mengonfirmasi melalui eksperimen sel molekuler bahwa sel kanker dapat memulihkan karakteristik sel normal. Ini adalah teknologi asli yang secara otomatis menyimpulkan model komputer jaringan genetik yang mengendalikan transisi kritis perkembangan kanker dari data sekuensing RNA sel tunggal, dan secara sistematis menemukan sakelar molekuler untuk pembalikan kanker melalui analisis simulasi.
Diharapkan teknologi ini akan diterapkan pada pengembangan terapi pembalikan untuk kanker lain di masa mendatang. Ia melanjutkan, "Secara khusus, penelitian ini telah mengungkap secara terperinci, pada tingkat jaringan genetik, perubahan apa yang terjadi di dalam sel di balik proses perkembangan kanker, yang selama ini dianggap misteri."
"Ini adalah penelitian pertama yang mengungkap bahwa petunjuk penting yang dapat membalikkan nasib tumorigenesis tersembunyi di momen perubahan yang sangat kritis ini," ungkapnya seperti dikutip dari newsmedical.net.
Hasil penelitian ini, yang dilakukan oleh Dr. Dongkwan Shin dari KAIST (saat ini di Pusat Kanker Nasional), Dr. Jeong-Ryeol Gong, dan mahasiswa doktoral Seoyoon D. Jeong bersama dengan tim peneliti di Universitas Nasional Seoul yang menyediakan organoid (jaringan yang dikultur secara in vitro) dari pasien kanker usus besar, dipublikasikan sebagai makalah daring di jurnal internasional 'Advanced Science' yang diterbitkan oleh Wiley pada tanggal 22 Januari.
Penelitian ini dilakukan dengan dukungan Yayasan Riset Nasional Korea di bawah Kementerian Sains dan TIK melalui Program Peneliti Karier Menengah dan Program Laboratorium Riset Dasar serta Proyek Riset Translasional Berpusat pada Penyakit dari Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea (KHIDI) dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Hutan lereng Merapi sisi selatan memiliki medan lebat dan terjal. Tim SAR mengimbau warga tidak masuk hutan seorang diri.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ini tahapan pemilihannya.
Ondrej Rudzan membidik starting XI PSIM Jogja. Bek Republik Ceko itu siap bermain di posisi apa pun demi membantu tim meraih kemenangan.
DPRD DIY menyoroti kesiapan SAR menghadapi bencana. Basarnas Jogja memiliki 117 personel dan belum punya alut untuk operasi SAR di tengah laut.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana