Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Para pemain film horor Petaka Gunung Gede. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film horor Petak Gunung Gede secara resmi tayang di Bioskop mulai Kamis (6/2/2025). Film ini tidak sekadar mengangkat tentang horor, namun membawa pesan penting bagi para pendaki gunung untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati kearifan lokal yang ada.
Secara umum film ini menceritakan kisah nyata di 2007 antara Maya yang diperankan oleh Arla Ailani dan Ita dimainkan oleh Adzana Ashel. Keduanya memutuskan untuk mendaki Gunung Gede guna mengisi liburan.
Ketika awal perjalanan sangat menggembirakan, namun dalam perjalanan situasi berubah karena salah satu dari mereka dinilai melanggar larangan adat atau kearifan lokal. Ita saat itu mendaki dalam keadaan datang bulan atau haid. Sepulang dari mendaki, ia pun mengalami sejumlah teror mistis.
BACA JUGA : Ngobrol Bareng Sutradara Yandy Laurens: Adaptasi Film Sama Seperti Adopsi Anak
Tak sekadar mendalami karakter, namun para pemain harus siap dengan kondisi fisik mereka karena harus benar-benar ikut mendaki gunung.
"Kebetulan saya dengan Adza memang baru pertama kali naik gunung, untungnya member yang lain sudah punya pengalaman naik gunung jadi saya bisa belajar dari mereka. Selain itu dibantu 150 porter dari warga lokal," kata Arla Ailani di sela-sela menemui penonton di JCM, Kamis.
Bagi Adza tantangan lain, ia harus memerankan karakter Ita yang sudah almarhum sehingga sangat kesulitan untuk mengulik cerita lebih lanjut. "Agak susah untuk ngulik karakter lebih lanjut, karena sosok Ita ini ada orang aslinya, paling susah mendalami karakter," ucap Adzana.
Adzana mengungkap ada sejumlah pesan penting dalam film tersebut khususnya bagi siapa saja yang ingin mendaki gunung. Di antaranya harus menghormati adat atau kearifan lokal setempat. Apa pun aturannya sebaiknya ditaati sebagai cara untuk menghormati kearifan lokal. Selain itu membawa pesan pentingnya persahabatan saat mendaki gunung gunung.
BACA JUGA : Merespons Isu Terkini, Galaksi Unisa Jogja Tampilkan Sembilan Film Karya Mahasiswa
"Harus mematuhi apa yang sudah dianjurkan, karena saya yakin setiap tempat itu punya kearifan yang berbeda-beda," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.