MK Putus 29 Uji Materi Hari Ini, Ada UU Kesehatan hingga Pilkada
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Mesin cuci - Foto ilustrasi mesin cuci/StokCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Musim hujan menjadi tantangan bagi banyak orang yang mencuci pakaian serta menjaga pakaian cepat kering, tetap bersih, dan wangi.
Kelembapan udara yang tinggi dapat memperlambat proses pengeringan dan menyebabkan bau tidak sedap.
Dikutip dari rilis pers, Jumat, Toshiba Indonesia membagikan beberapa tips praktis agar pakaian yang dicuci cepat kering dan tidak bau apek meski di tengah musim hujan.
Pertama, gunakan detergen yang diformulasikan untuk menghilangkan bau dan membunuh bakteri. Tambahkan pelembut pakaian yang memiliki aroma segar untuk menjaga pakaian tetap wangi.
Namun, jangan menggunakan deterjen berlebih karena justru bisa meninggalkan residu yang sulit dibilas. Residu ini bisa mengundang bakteri dan jamur, apalagi saat pakaian tidak kering sempurna. Sebaiknya gunakan deterjen secukupnya sesuai dengan takaran yang dianjurkan.
Kedua, jangan biarkan pakaian terendam terlalu lama. Meskipun merendam pakaian sangat bagus untuk menghilangkan noda dan bau yang sangat membandel, merendam pakaian sebaiknya dilakukan selama 30 menit hingga satu jam.
Merendam kain tertentu terlalu lama hanya akan merusak seratnya. Coba gunakan cuka dan soda kue sebagai gantinya. Keduanya telah dikenal untuk melawan noda dan bau yang membandel.
Tips selanjutnya, pastikan pakaian diperas dengan maksimal untuk mengurangi kadar air. Jika memiliki mesin cuci dengan fitur pengering (spin dry), gunakan pengaturan putaran tinggi agar pakaian lebih cepat kering.
Mesin pengering mampu mengeringkan baju hingga 90 persen, sehingga pengguna hanya perlu menjemur sebentar di dalam ruangan. Pisahkan pakaian berbahan tebal agar proses pengeringan lebih efektif.
Berikutnya, gunakan alat elektronik lain.
Jika tidak ada sinar matahari, alternatif cara mengeringkan pakaian adalah dengan menggunakan bantuan alat elektronik lain, seperti menjemur di bawah AC, kipas angin, dehumidifier, atau hair dryer.
Jika sudah kering, langsung setrika pakaian dan jangan menumpuknya. Pakaian yang ditumpuk begitu saja bisa menyebabkan bau apek.
Terakhir, jemur di tempat yang banyak angin. Jika tidak bisa di luar rumah, pilih ruangan yang memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang baik.
Pasang kipas angin mengarah ke pakaian untuk membantu proses pengeringan. Selain itu, penjemuran bisa dilakukan di ruangan yang memiliki lampu atau penerangan memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pembacaan putusan 29 perkara uji materi, termasuk UU Kesehatan, UU Pilkada, dan batas usia calon kepala desa.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.