RS Grhasia Gelar Temu Pelanggan
RS Grhasia DIY terus memperkuat transformasi layanan kesehatan yang humanis, adaptif, dan inovatif melalui kegiatan Temu Pelanggan.
Ilustrasi. /Freepik
BREBES–Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Brebes (https://idikabbrebes.org) Periode Tahun 2024-2027 baru saja dilantik, Kamis (5/12/2024) di Gedung IDI Kabupaten Brebes. Kepengurusan IDI Brebes yang dipimpin oleh dr. Akmaludin Agung sudah menyiapkan berbagai program, salah satunya mengawal dan ambil peran dalam program pemerintah pusat, yakni program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Organisasi ini akan memantau angka kecukupan gizi terhadap makanan yang akan diberikan kepada siswa sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Brebes. Khususnya angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) dan upaya untuk peningkatan gizi terutama penanganan stunting di Kabupaten Brebes.
“Peningkatan gizi sekarang menjadi isu nasional kan. Kita akan menjadi trigger terhadap program Makan Bergizi Gratis. Pada intinya kita ingin Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes bisa naik. Itu tantangan paling besar,” kata dokter Akmal.
Dalam sambutannya, Akmaludin mengatakan, selain fokus mengawal program pemerintah, pihaknya juga menyampaikan, di era revolusi 4.0 ini, dokter harus mempersiapkan setiap perubahan dengan baik. Salah satunya dengan terus merawat tingginya rasa ingin tahu agar memacu proses pembelajaran diri untuk menjaga pribadi berkualitas.
“Para dokter baru, harus bisa bekerja dengan berbasis sistem. Apapun teknologi yang kelak akan dipilih untuk menggiatkan pelayanan kesehatan, tetap harus berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan,” jelas Akmaludin.
Untuk itu, IDI Cabang Brebes meminta kepada para dokter di Brebes harus bisa beradaptasi dalam perkembengan teknologi saat ini dari mulai proses registrasi, STR yang seumur hidup, dan proses pengurusan SIP yang berbasis online yang diharapkan dapat memudahkan semua Angota IDI untuk pengurusan SIP.
Kegiatan pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan Seminar Profesi Revoutionizing Hypertention Management: From Adult to Pendiatrics.
Adapun jumlah dokter di Kabupaten Brebes terdapat sekitar 450an dokter dan masuk dalam organisasi IDI. Dengan jumlah itu, Kabupaten Brebes yang terlalu luas masih membutuhkan banyak dokter, khususnya dokter spesialis. Setiap rumah sakit di Kabupaten Brebes harus memiliki dokter spesialis lengkap.
Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak soal informasi kesehatan yang akurat serta sejumlah program idikabbrebes.org, kunjungi laman resmi https://idikabbrebes.org. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS Grhasia DIY terus memperkuat transformasi layanan kesehatan yang humanis, adaptif, dan inovatif melalui kegiatan Temu Pelanggan.
Nelayan hilang akibat ombak di Pantai Baru Bantul ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan akhiri operasi pencarian.
Sony dikabarkan meluncurkan headphone premium WH-1000XX The ColleXion dengan desain mewah dan harga tinggi. Simak bocoran lengkapnya.
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati DIY memperkuat kerja sama hukum. Iuran pekerja Rp13,7 miliar berhasil dipulihkan hingga 2026.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.