Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Ilustrasi kosmetik./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Anda wajib mewaspadai beberapa kandungan kimia yang mungkin ada dalam produk skincare dan kecantikan saat ini.
Pasalnya, menurut Pooja Jain, Konsultan Spesialis Infertilitas & IVF, Apollo Fertility - Rohini dilansir dari timesofindia, ada beberapa kandungan kimia yang mungkin ada dalam kosmetik dan skincare yang bisa memengaruhi kesuburan Anda. Karena itu, harus segera dihindari.
Dia mengatakan kesuburan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, genetika, gaya hidup, dan paparan lingkungan.
Bagi wanita, keseimbangan hormonal adalah kunci kesehatan reproduksi, karena hormon mengatur siklus menstruasi, ovulasi, dan fungsi penting lainnya.
Menurutnya, banyak produk kecantikan mengandung zat yang disebut bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) yang meniru atau mengganggu hormon alami tubuh dan mengganggu keseimbangan hormonal, sehingga berpotensi memengaruhi ovulasi, kualitas sperma, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Meskipun penggunaan sesekali mungkin tidak menimbulkan ancaman yang signifikan, paparan bahan kimia ini dalam waktu lama dapat berkontribusi terhadap tantangan kesuburan.
Namun, Anda tidak perlu menghindari semua produk kecantikan, hanya penting untuk selektif dalam memilih bahan-bahannya.
BACA JUGA: Influencer yang Promosikan Kosmetik Ilegal Bakal Disanksi Tegas
Kategori seperti perawatan kulit, perawatan rambut, wewangian, deodoran, cat kuku, dan lipstik adalah penyebab umum karena formulasinya.
Pengawet yang digunakan dalam kosmetik, krim anti penuaan adalah pengganggu endokrin, terkait dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, sehingga mempersulit ovulasi.
Ditemukan dalam wewangian dan cat kuku, phthalates telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan sel telur pada pria dan mengganggu ovulasi pada wanita.
Bahan-bahan seperti timbal (ditemukan pada beberapa lipstik) dan merkuri (pada produk pencerah kulit tertentu) dapat terakumulasi dalam tubuh seiring berjalannya waktu, sehingga menyebabkan toksisitas reproduksi.
Seringkali tercantum sebagai “wewangian” pada label, wewangian ini mengandung campuran bahan kimia, termasuk ftalat, yang mengganggu hormon.
Zat antibakteri dalam sabun dan produk perawatan pribadi, telah dikaitkan dengan penurunan kesuburan, siklus menstruasi tidak teratur, dan peningkatan risiko keguguran.
Tingkat Bisphenol A (BPA) yang tinggi selama IVF dikaitkan dengan lebih sedikit sel telur dan tingkat keguguran yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b