Jepang vs Brasil! Zion Suzuki Pede Hadapi Ujian Berat Piala Dunia
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Ilustrasi murung atau sedih - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penderita Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) disebutkan lebih rentan punya perilaku berisiko.
ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, fokus, dan berperilaku.
Dikutip dari The Hindustan Times, gejala umum ADHD meliputi rentang perhatian yang pendek, gelisah, hiperaktif, agresif, kecemasan, dan pengulangan kata. Gangguan ini dapat terjadi pada segala usia.
Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di BMC Psychiatry mengungkap bahwa wanita dengan ADHD lebih rentan terlibat dalam perilaku berisiko dibandingkan pria.
Penelitian ini menjadi peringatan penting mengenai perlunya pengobatan spesifik berbasis gender untuk menangani kondisi tersebut secara efektif.
Penelitian ini melibatkan 29 orang dewasa dengan ADHD (16 pria dan 13 wanita) serta 33 orang sehat (14 pria dan 19 wanita), yang semuanya berusia antara 18 hingga 60 tahun.
Para peserta diminta menyelesaikan tugas Balloon Analogue Risk Task (BART) versi modifikasi. Dalam tugas ini, mereka melihat balon yang mengembang secara otomatis di layar.
Semakin besar balon tersebut, semakin besar keuntungan finansial yang didapat, tetapi dengan risiko balon meledak dan menyebabkan kerugian.
Selama tugas berlangsung, para peneliti mengamati respons konduktansi kulit peserta untuk memahami perubahan psikologis akibat rangsangan emosional.
Peserta juga menjalani penilaian kompetensi emosional, persepsi risiko, dan sensitivitas terhadap umpan balik.
Hasil studi menunjukkan bahwa wanita dengan ADHD cenderung lebih sering berperilaku berisiko selama tugas BART dibandingkan pria.
Namun, tidak ditemukan perbedaan spesifik terkait perubahan psikologis yang diukur melalui respons konduktansi kulit.
Selain itu, dalam kuesioner penilaian mandiri, ditemukan bahwa wanita dengan ADHD memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap perilaku berisiko mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahaya tidak menyadari persepsi dan kecenderungan mereka.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyediakan pengobatan yang disesuaikan dengan gender untuk menangani ADHD secara efektif pada pria maupun wanita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.