Pertamina Siapkan Perampingan Anak Usaha Sesuai Perintah Prabowo
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Ilustrasi murung atau sedih - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penderita Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) disebutkan lebih rentan punya perilaku berisiko.
ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, fokus, dan berperilaku.
Dikutip dari The Hindustan Times, gejala umum ADHD meliputi rentang perhatian yang pendek, gelisah, hiperaktif, agresif, kecemasan, dan pengulangan kata. Gangguan ini dapat terjadi pada segala usia.
Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di BMC Psychiatry mengungkap bahwa wanita dengan ADHD lebih rentan terlibat dalam perilaku berisiko dibandingkan pria.
Penelitian ini menjadi peringatan penting mengenai perlunya pengobatan spesifik berbasis gender untuk menangani kondisi tersebut secara efektif.
Penelitian ini melibatkan 29 orang dewasa dengan ADHD (16 pria dan 13 wanita) serta 33 orang sehat (14 pria dan 19 wanita), yang semuanya berusia antara 18 hingga 60 tahun.
Para peserta diminta menyelesaikan tugas Balloon Analogue Risk Task (BART) versi modifikasi. Dalam tugas ini, mereka melihat balon yang mengembang secara otomatis di layar.
Semakin besar balon tersebut, semakin besar keuntungan finansial yang didapat, tetapi dengan risiko balon meledak dan menyebabkan kerugian.
Selama tugas berlangsung, para peneliti mengamati respons konduktansi kulit peserta untuk memahami perubahan psikologis akibat rangsangan emosional.
Peserta juga menjalani penilaian kompetensi emosional, persepsi risiko, dan sensitivitas terhadap umpan balik.
Hasil studi menunjukkan bahwa wanita dengan ADHD cenderung lebih sering berperilaku berisiko selama tugas BART dibandingkan pria.
Namun, tidak ditemukan perbedaan spesifik terkait perubahan psikologis yang diukur melalui respons konduktansi kulit.
Selain itu, dalam kuesioner penilaian mandiri, ditemukan bahwa wanita dengan ADHD memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap perilaku berisiko mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahaya tidak menyadari persepsi dan kecenderungan mereka.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyediakan pengobatan yang disesuaikan dengan gender untuk menangani ADHD secara efektif pada pria maupun wanita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.
Utang pemerintah tembus Rp10.293,69 triliun per Juni 2026. Sebagian dividen BUMN akan kembali masuk APBN sebagai cadangan fiskal.
BU Printing & Packaging telah lebih dari 15 tahun menangani produksi buku untuk penulis, penerbit, kampus, sekolah, perusahaan hingga instansi