Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Film Korea terbaru, Victory./Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Bagi Anda pencinta drama Korea yang ringan, film Victory bisa jadi pilihan untuk bisa disaksikan di bioskop tak lama lagi. Film drama yang disutradarai Bark Bum Soo ini dibintangi oleh Lee Hyeri, penyanyi yang juga sudah tak asing bermain dalam drama-drama nostalgia, salah satunya Reply 1988. Selain itu, ada pula penampilan keren Jo Aram dan Park Se-Wan.
Film ini mengisahkan hidup Pil-sun (Hyeri) bersama sahabatnya Mi-na (Se-wan), dua siswa SMA Geoje yang ingin mengejar mimpi menjadi penari hiphop. Agar bisa berlatih, mereka ingin menggunakan salah satu ruangan di sekolah.
Namun, kesulitan mengadang karena mereka tak diizinkan pihak sekolah lantaran mereka adalah siswa yang tinggal kelas. Akan tetapi kesempatan mereka berdua untuk bisa berlatih tari terbuka ketika ada murid pindahan dari Seoul ke SMA Geoje, Se-hyun, yang pernah menjadi pemandu sorak (cheerleader) di sekolah lamanya.
Kedua bersahabat itu akhirnya mengajak Se-hyun untuk bisa membentuk klub tari bersama. Agar mendapat izin, mereka memutuskan membuka klub cheerleader, dengan alasan untuk memberikan dukungan ke tim bola sekolah mereka yang belum pernah menang.
Setuju dengan rencana Pil-sun dan Se-hyun, para guru dan kepala sekolahnya memberi syarat untuk merekrut minimal Sembilan orang untuk bisa membuka klub cheerleader.
Dari sanalah, jejak awal Sembilan orang dengan karakter dan latar belakang yang unik itu berkumpul membentuk satu tim cheerleader bernama Millenium Girls.
Dibintangi Hyeri dan Se-wan, para penonton dan pecinta drama Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan aktingnya di Reply 1988 dan School 2017.
Meskipun sudah berusia 30 tahun, keduanya masih cocok memerankan peran anak SMA dan agaknya mereka bisa jadi spesialis untuk tampil dalam film bertema lawas tahun 1990-an.
Set film dan pencahayaan yang detail, misalnya dengan penggunaan pager, gaya dan penampilan seluruhnya mendukung latar waktu film tersebut, pada akhir 1999 menuju tahun milenium 2000.
Selain itu, musik-musik yang terkenal pada 1990-an dengan lagu-lagu dari Seo Taiji and Boys dan Diva yang diputarkan juga semakin mendukung nuansa nostalgianya.
Dengan film komedi dengan cerita yang sederhana, film ini sangat berhasil menghibur dan mengundang tawa para penonton, bahkan di adegan yang seharusnya sedih sekalipun.
Chemistry para pemainnya begitu baik, tak hanya antara para member Millenium Girls, tapi juga dengan keluarga masing-masing.
Setiap pemain juga mendapatkan waktu untuk perkenalan sehingga kisah masing-masing anggota grup cheeleader itu begitu membekas di benak penonton.
Tak kalah menarik, tarian yang mereka bawakan, cheerleading menggunakan lagu-lagu hiphop juga sangat otentik dan terasa 1990-annya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.