Kejar Target Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di JITAC 2026
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Penampilan desainer di ajang JFW 2023 di JEC, Sabtu (11/11/2023) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2023 menjadi ajang para desainer beradu inovasi dengan tetap menggunakan kain tradisional atau wastra. Beberapa perancang busana pun mengakui menjadi debut pertama menggunakan wastra di JFW 2023.
Sekadar untuk diketahui Indonesia memiliki empat wastra yang sudah mendunia yaitu kain batik, kain ikat, kain songket dan kain tenun. Salah satu perancang busana asal Jogja Sutardi dari Farah Button mengakui JFW 2023 menjadi pertama kali ia menggunakan kain tradisional. Ia memilih tenun dengan berbagai pertimbangan.
BACA JUGA : DLH Sleman Andalkan TPST dan TPS3R
“Pertama kali gunakan wastra, diwajibkan untuk fashion show berikutnya. Tenun atau batik, aku memilih tenun. Karena bisa untuk pemanfaatan ready to wear lebih mudah dibandingkan batik,” ucapnya kepada wartawan di sela-sela penampilan Fashion Show di JFW 2023, Sabtu (11/11/2023) malam.
Sutardi menuturkan menggunakan wastra memang tidak mudah, apalagi ia biasa memakai bahan tekstil yang lebih mudah untuk diolah menjadi pakaian kekinian ready to wear.
“Tentu ada kesulitan, karena dari bahan tekstil yang biasa kita pakai, kalau wastra itu bahan seratnya berbeda jadi untuk jahit harus hati-hati, harus ada lapisannya, itu baru pengenalan ternyata serumit ini. Maka fesyen berbau wastra itu mahal,” ucapnya.
Ia mengangkat tema victorian dress ready to wear dengan bahan wastra dengan menampilkan sembilan karya. Menurutnya penggunaan wastra untuk victorian tergolong masih jarang. Model victorian dress yang sebenarnya dari segi penggunaan bahan sedikit bertentangan.
BACA JUGA : Ini Nilai UMK 2023 Tiap Kabupaten dan Kota di DIY
Hal ini sebagai komitmennya untuk turut serta melestarikan kain tradisional sekaligus menembus pasar internasional. Karena konsep victorian lebih banyak digemari juga di ranah internasional.
“Kami ingin turut andil melestarikan budaya Indonesia untuk go international,menggunakan kain tenun namun tidak asal memilih tenun. Kualitas wastra yang dipakai kami perhatikan dengan seksama. Memprioritaskan tenun yang halus, lembut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.