Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Sungai Qiantang di China gelombang pasang berpola yang mirip seperti sisik ikan. / Ist
Harianjogja.com, BEIJING—Sungai Qiantang di China terkenal dengan fenomena alam yang unik karena memiliki gelombang pasang berpola yang mirip seperti sisik ikan.
Melansir Oddity Central, muara Sungai Qiantang di Provinsi Zhejiang telah lama terkenal memiliki lubang pasang surut terkuat di dunia. Kadang-kadang, ketinggiannya bisa mencapai sembilan meter, yang berarti di daerah tersebut sering terlihat rangkaian gelombang besar bergerak ke hulu melawan arus normal.
Namun, pada tahun 2021, selama ekspedisi ilmiah, para peneliti menemukan fenomena alam menarik lainnya yang unik di muara ini. Jika kondisi tertentu terpenuhi, air pasang akan datang dalam bentuk gelombang spiral yang terlihat seperti sisik ikan di permukaan air. Fenomena ini dikenal sebagai 'pasang sisik ikan'.
Karena pola pasang surut yang tidak biasa ini baru terlihat beberapa tahun yang lalu, alasan pasti terjadinya hal ini tampaknya masih menjadi perdebatan. Sumber yang berbeda menyebutkan alasan berbeda mengenai terbentuknya gelombang pasang ikan. Misalnya, FyFluidDyamics percaya bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh serangkaian faktor.
BACA JUGA: Awan Topi Muncul Setelah Erupsi Gunung Merapi, Disalahpahami sebagai Tanda Bencana
“Daerah tersebut juga diketahui memiliki arus yang berputar, artinya air pasang tidak hanya bergerak ke daratan lalu berbalik arah dengan mulus,” tulis salah satu peneliti, Nicole Sharp.
“Sebaliknya, arus yang berputar dapat mengubah arah alirannya selama siklus pasang surut tanpa mengubah kecepatannya. Secara keseluruhan, hal ini menjadikan kawasan Sungai Qiantang sempurna untuk berkelok-kelok dengan kumpulan gelombang yang bertabrakan pada sudut miring, mirip dengan lautan melintang. Dua rangkaian gelombang yang disebabkan oleh lubang pasang surut bertabrakan pada suatu sudut, menciptakan kondisi yang buruk dan pola yang sangat dingin,” lanjutnya.
Sementara itu menurut INF News, astronomi, topografi, dan arah angin adalah faktor utama yang menyebabkan gelombang pasang ikan. Tampaknya, bulan dan matahari berperan besar dalam fenomena ini, begitu pula bentuk muaranya, yang sangat sempit di muara sungai, namun kemudian menjadi sangat lebar di tempat pertemuannya dengan laut.
Apa pun kondisi yang diperlukan untuk pembentukan pasang surut ‘sisik ikan’, satu hal yang pasti, yaitu pasang surut ini jarang terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga fenomena ini jarang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.