Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Vending machine di Jepang. / Ist
Harianjogja.com, TOKYO—Di Indonesia, vending machine atau mesin penjual otomatis biasanya hanya menjual minuman kemasan. Berbeda dengan Jepang yang bisa menjual apa saja di mesin otomatis itu.
Meski bukan negara pencetus vending machine pertama di dunia, Jepang saat ini telah memiliki banyak mesin penjual otomatis dan memanfaatkannya untuk beragam hal.
Dilansir dari berbagai sumber, vending machine sudah ditemukan sejak abad 251 M di Mesir. Saat itu, mesin yang digunakan menawarkan air suci.
Vending machine baru masuk ke Jepang pada 1888 dengan mesin yang menawarkan tembakau. Baru pada tahun 1950-an, mesin penjual otomatis mulai populer di Negeri Sakura itu.
Mengutip Japan-guide, Jepang menjadi negara dengan kepadatan vending machine tertinggi di dunia. Konon, satu mesin penjual otomatis ini diperuntukkan untuk sekitar 30 orang. Mesin ini dapat ditemukan dari kota sampai desa, dan hampir tidak ada yang tidak berfungsi.
Di Jepang, vending machine disebut Jidouhanbaiki. Sebagian besar mesin itu menjual minuman ringan, jus, teh, dan kopi dengan harga 100 hingga 200 yen atau sekitar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.
Yang tidak bisa ditemukan di Indonesia, vending machine Jepang juga menjual barang-barang lain seperti mie instan, beras, kamera sekali pakai, buket bunga, hingga bahan omikuji atau secarik kertas ramalan yang dijual di kuil dan wihara. Bahkan, saat pandemi Covid-19 masih melanda negara itu, mereka juga menjual alat tes covid-19 lewat vending machine.
Mesin ini biasa menerima pembayaran dalam koin 10, 50, 100, dan 500 yen, serta uang kertas 1.000 yen. Namun, kini mesin ini juga sudah menerima pembayaran dengan sejumlah kartu.
Melansir Wego, ada sejumlah alasan vending machine marak di Jepang. Salah satunya, karena Jepang kekurangan tenaga kerja akibat angka kelahiran yang rendah, sehingga mesin ini menjadi solusi mengurangi kebutuhan tenaga penjaga toko dan kasir.
Alasan lainnya ialah harga sewa dan properti yang tinggi di Jepang. Hal ini membuat perusahaan Jepang lebih memilih untuk menempatkan mesin penjual otomatis di tepi jalan dibandingkan membuka toko retail.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.