Viral Koperasi Merah Putih Wonogiri di Tengah Hutan, Ini Faktanya
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Obesitas/clevelandclinic.org
Harianjogja.com, JAKARTA—Obesitas menjadi masalah kesehatan yang banyak diderita orang-orang di dunia. Obesitas tidak hanya memengaruhi kesehatan jantung, tetapi juga bisa memengaruhi otak.
Dilansir dari Healthline, dalam sebuah studi ditemukan perubahan di otak terkait dengan obesitas memiliki dampak jangka panjang dalam mencegah penurunan berat badan yang bertahan lama.
Para peneliti menemukan bahwa perubahan otak dapat menyebabkan orang tidak lagi mendapatkan sinyal bahwa mereka sudah kenyang.
Umumnya, ketika seseorang makan dan merasa kenyang, sinyal akan dikirimkan ke otak. Namun, obesitas memiliki dampak pada otak, yakni otak tidak mendapatkan sinyal kenyang tersebut.
Para peneliti mengatakan bahwa ini tidak dapat diubah bahkan setelah penurunan berat badan sehingga berat badan kembali naik.
Baca juga: QRIS Bakal Ada Fitur Baru, Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu
“Dipahami bahwa sinyal hormonal utama, seperti leptin dan insulin, yang mengatur nafsu makan dan homeostasis energi sering tidak diatur dalam obesitas,” kata Dr. Sahar Takkouche, ahli utama dalam Pengobatan Bariatrik dan Obesitas di Tennessee.
Para peneliti dalam penelitian ini melakukan pengujian terhadap 30 orang yang secara medis obesitas (BMI lebih besar dari 30) dan 30 orang dengan berat badan non-obesitas (BMI 25 atau kurang).
Selama pengujian, peserta diberi makan karbohidrat, lemak, atau air dengan menggunakan tabung nasogastrik, yakni jalur langsung ke perut yang melewati mulut, untuk memahami hubungan langsung antara usus dan otak.
Malam sebelum ujian, semua peserta makan sama. Ketika peserta menerima karbohidrat, lemak, atau air selama pengujian, otak mereka dievaluasi melalui MRI fungsional (fMRI) dan tomografi komputer emisi foton tunggal (SPECT) untuk memahami respons otak terhadap makanan ini.
Peneliti menemukan bahwa pada orang non obesitas, terjadi perlambatan di striatum yang mengakibatkan otak memahami bahwa tubuh diberi makan dan kadar dopamin juga meningkat yang menunjukkan perasaan puas.
Tidak Kenal Kenyang
Sementara itu, orang dengan obesitas medis, tidak ada perlambatan di striatum, kadar dopamin tidak meningkat, dan akibatnya otak tidak mengenali sensasi dan kepuasan kenyang setelah makan.
Tidak hanya sampai di situ, peneliti menguji orang dengan obesitas medis tersebut lagi setelah mereka menurunkan berat badannya.
Para peserta menurunkan berat badannya sebanyak 10 persen. Setelah diuji, hasilnya adalah para peserta yang kehilangan 10 persen berat badan tidak mengalami perubahan apa pun dalam kemampuan otak mereka untuk mengenali rasa kenyang atau perasaan puas.
Penelitian ini mengarah pada gagasan bahwa orang yang menurunkan berat badan dapat dengan cepat mendapatkan kembali berat badannya kembali karena mungkin ada perubahan yang tidak dapat diubah di dalam otak pada orang yang mengalami obesitas secara medis.
Walaupun hasil dari penelitian ini menarik, masih banyak yang harus dipelajari tentang otak dan obesitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak masyarakat aktif melaporkan judi online yang menjerat anak. Dampaknya dinilai mengancam kesehatan mental hingga prestasi bela
Shakira mengungkap tantangan menciptakan lagu resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, anthem turnamen harus mampu mewakili emosi dan semangat dunia.
Renovasi Stadion Sultan Agung Bantul masih menunggu kepastian PSIM dan PSSI. Penambahan single seat serta peningkatan lampu stadion menjadi kebutuhan utama.
Di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas pasar, dan transformasi digital yang disruptif, total aset konsolidasi BPD se-Indonesia.
Simak daftar 10 tablet Android tercepat versi AnTuTu edisi Mei 2026 yang dipimpin oleh Vivo Pad 6 Pro dengan skor melampaui 4 juta poin.