Motor Koperasi Desa di Wonogiri Nyungsep, Dandim: Dugaan Rem Blong
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Pesantren (2022)./Bioskop Online
Harianjogja.com, JOGJA—Film 'Pesantren' mengambil latar di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Cirebon tepatnya di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy. Film ini mengisahkan secara intim dan mendalam kehidupan para santri dan guru dalam ponpes.
Disutradarai oleh Shalahuddin Siregar film kini telah tayang di platform streaming Bioskop Online sejak 24 Mei 2023 silam. Film ini digarap untuk menjawab rasa penasaran Udin, sapaan akrab sang sutradara, akan kehidupan nyata di pesantren.
Pada tahun 2019 lalu film "Pesantren" terpilih dan untuk pertama kali tayang di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) bahkan tayang pula di The University of British Columbia pada Maret 2022, hingga akhirnya rilis di bioskop pada Agustus 2022 silam.
Penasaran potret apa saja yang tersaji dalam film? Simak sinopsis berikut ini.
Sinopsis Pesantren
Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon, merupakan sebuah pesantren tradisional yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Nyai Masriyah Amva.
Baca juga: Deretan Musisi yang Tampil di Java Jazz Festival 2-4 Juli 2023
Kehidupan pesantren yang dianggap kolot dan hanya dipenuhi dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji, hafalan Al-quran, mempelajari fiqih beragam hadits, membaca Kitab Kuning, dan seputar pelajaran agama lainnya.
Ponpes terbesar di Cirebon ini justru tampak berbeda bahkan tak kalah berwarna dari kehidupan di sekolah biasa. Jauh berbeda dengan pandangan kebanyakan masyarakat yang tak jarang mengaitkan pesantren dengan teroris
Sekolah sekaligus rumah bagi 2000 santri putra dan putri ini juga ada kegiatan seni musik, kompetisi stand up comedy, hingga diskusi antara guru serta murid yang kekinian. Salah satunya mendiskusikan, kira-kira apa hukumnya ketika seseorang menikah melalui video call?
Selain belajar agama dan diajak berpikir kritis tampak pula para santri yang turut diajarkan tentang kesetaraan gender serta menghargai keberagaman.
Melalui kisah dua santri dan dua guru muda, penonton dibawa mengenal lebih dekat kehidupan para santri dan pastinya apa saja yang mereka pelajari.
Misalnya saja seperti lika-liku sang guru yang mencari cara agar para santi dapat betah, hingga kisah suka duka para penghuni ponpes yang mengundang tawa maupun tangis haru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.
Ratusan warga memadati area RS Sedayu General Hospital dalam gelaran “Senam Hebat” yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 16 Mei 2026.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.