Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Diare menjadi penyakit yang kerap dialami orang-orang di Indonesia. Salah satu cirinya adalah tinja encer dan buang air besar secara berkali-kali.
Selain itu tak jarang diare diikuti gejala lain seperti nyeri perut, kembung, mual, muntah, demam,
Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri (seperti E. coli, Salmonella), virus umumnya karena virus rotavirus, obat-obatan, makanan, atau gejala dari gangguan pencernaan. Diare biasanya tidak berlangsung lama dan dapat ditangani sendiri.
Namun jika diare telah berlangsung selama seminggu maka segeralah berobat ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Berikut ialah empat cara alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare, mengandalkan bahan-bahan yang ada di rumah:
Salah satu bahan alami yang dapat membantu mengatasi sakit perut akibat diarea ialah mengonsumsi teh herbal yang terbuat dari jahe, chamomile, atau daun mint. Ketiga bahan alami ini memiliki sifat anti radang yang mampu menenangkan perut, merelaksasi otot pencernaan, dan meredakan peradangan di saluran cerna.
Kandungan menthol pada daun mint berfungsi sebagai anti nyeri alami yang bisa mengurangi rasa perih di perut dan mengurangi mual. Untuk mengonsumsi dapat dicampur dengan teh atau diseduh dengan air putih hangat, sementara itu daun mint juga dapat dikunyah secara langsung.
Diare yang disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan mengonsumsi cuka sari apel. Cuka sari apel berasal dari fermentasi apel mengandung pektin, yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus dan mengatasi diare akibat infeksi bakteri E. coli atau Salmonella. Ini juga dapat meningkatkan tinja dan mengurangi peradangan usus.
Antibiotik alami ini dapat dikonsumsi dengan mendapur satu sendok cuka sari apel dan madu kedalam dengan segelas air putih, untuk mengurangi rasa asam pada cuka.
Potasium dipercaya dapat membantu meredakan diare, salah satu makanan yang tinggi akan potasium adalah pisang. Selain potasium kandungan pektin yang baik untuk saluran pencernaan. Mengutip dari Medical News Today terdapat satu tinjauan sistematis pada tahun 2019 merangkum penelitian menemukan bahwa bubur pisang hijau dapat membantu mengurangi diare dan sembelit pada anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Blora.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Senin 25 Mei 2026, sejumlah wilayah Sleman, Yogyakarta, dan Wonosari terdampak.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 25 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.