OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Diare menjadi penyakit yang kerap dialami orang-orang di Indonesia. Salah satu cirinya adalah tinja encer dan buang air besar secara berkali-kali.
Selain itu tak jarang diare diikuti gejala lain seperti nyeri perut, kembung, mual, muntah, demam,
Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri (seperti E. coli, Salmonella), virus umumnya karena virus rotavirus, obat-obatan, makanan, atau gejala dari gangguan pencernaan. Diare biasanya tidak berlangsung lama dan dapat ditangani sendiri.
Namun jika diare telah berlangsung selama seminggu maka segeralah berobat ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Berikut ialah empat cara alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare, mengandalkan bahan-bahan yang ada di rumah:
Salah satu bahan alami yang dapat membantu mengatasi sakit perut akibat diarea ialah mengonsumsi teh herbal yang terbuat dari jahe, chamomile, atau daun mint. Ketiga bahan alami ini memiliki sifat anti radang yang mampu menenangkan perut, merelaksasi otot pencernaan, dan meredakan peradangan di saluran cerna.
Kandungan menthol pada daun mint berfungsi sebagai anti nyeri alami yang bisa mengurangi rasa perih di perut dan mengurangi mual. Untuk mengonsumsi dapat dicampur dengan teh atau diseduh dengan air putih hangat, sementara itu daun mint juga dapat dikunyah secara langsung.
Diare yang disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan mengonsumsi cuka sari apel. Cuka sari apel berasal dari fermentasi apel mengandung pektin, yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus dan mengatasi diare akibat infeksi bakteri E. coli atau Salmonella. Ini juga dapat meningkatkan tinja dan mengurangi peradangan usus.
Antibiotik alami ini dapat dikonsumsi dengan mendapur satu sendok cuka sari apel dan madu kedalam dengan segelas air putih, untuk mengurangi rasa asam pada cuka.
Potasium dipercaya dapat membantu meredakan diare, salah satu makanan yang tinggi akan potasium adalah pisang. Selain potasium kandungan pektin yang baik untuk saluran pencernaan. Mengutip dari Medical News Today terdapat satu tinjauan sistematis pada tahun 2019 merangkum penelitian menemukan bahwa bubur pisang hijau dapat membantu mengurangi diare dan sembelit pada anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Kebakaran lahan di Kulonprogo melonjak menjadi 17 kejadian sepanjang 2026 akibat musim kemarau kering dan meningkatnya risiko kebakaran.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
KAI memberikan diskon tiket kereta api 20 persen di Railway Technology Indonesia 2026 untuk sejumlah perjalanan di Jawa dan Sumatera.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Tiga atlet voli pantai DIY mengikuti pelatnas di Sentul untuk persiapan Asian Games 2026 dan ditargetkan meraih medali.