Investor Asing Belum Agresif Borong SBN, Ini Faktor Penghambatnya
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Ilustrasi merokok/reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Setiap tahunnya umat muslim menjalani Rukun Islam ketiga yakni puasa selama bulan Ramadan. Meski demikian masih banyak mitos yang dipertanyakan oleh para umat muslim tak hanya di Indonesia namun seluruh dunia.
Lantas apa saja mitos yang membingungkan para umat muslim? Langsung saja simak ulasan berikut ini:
Tak jarang masih terlihat seseorang yang puasa namun tetap merokok. Meski bukan termasuk makanan maupun minuman, asap yang masuk dalam tubuh dari rokok mengandung partikel yang dapat ditelan dan mencapai perut. Seperti yang disiarkan NU Online, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, menyebutkan bahwa rokok memiliki ‘sensasi’ tertentu yang dapat dirasakan dari kandungan tembakaunya.
Oleh karena itu merokok dapat membatalkan puasa ialah sebuah fakta, tentunya hal ini termasuk pula dengan rokok elektrik atau vape. Perlu diketahui asap/uap terbagi dua, yakni asap/uap yang membatalkan puasa seperti rokok dan asap/uap yang tidak membatalkan puasa misalnya berasal dari aroma masakan, asap kemenyan atau minyak angin.
Baca juga: Ledakan Mercon di Magelang: Tiga Orang Ditetapkan Jadi Tersangka
Sudah seperti pepatah puasa di bulan Ramadan sejumlah orang masih sering dihantui pikiran menelan ludah sendiri berarti batal. Pernyataan ini tentu saja mitos karena menelan ludah adalah tindakan yang reflek terjadi secara alami bahkan kita melakukannya tanpa sadar setiap hari.
Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (6/341) menyatakan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa.
Hal ini berlaku jika air liur sering terbiasa keluar karena sulit dihindari, oleh karenanya akan berbeda cerita jika kamu dengan sengaja menahan air liur di mulut kemudian ditelan, tindakan seperti itu tentu saja membatalkan puasa.
Bau mulut menjadi permasalah utama lainnya selain rasa haus dan lapar yang dirasakan, pernyataan tidak boleh sikat gigi selama puasa sehingga bau mulut timbul karena kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga.
Tapi semua itu hanya mitos belaka, faktanya sikat gigi selama puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, tentunya selama tidak menelan pasta gigi atau air kumuran dengan sengaja. Hukum sikat gigi saat puasa yang dilakukan sebelum masuk waktu Dzuhur ialah makruh, berarti jika dikerjakan tidak berdosa dan jika ditinggalkan berpahala.
Penderita asam lambung meski menjaga pola makan demi mencegah timbulnya gejala maag yang tak jarang mengganggu aktivitas harian. Tidak heran jika sebagian penderita maag khawatir menjalani puasa yang akan memperburuk kondisi perutnya.
Namun kenyataannya puasa selama Ramadan justru tidak memicu gejala signifikan pada penderita asam lambung dengan syarat tetap menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan tinggi serat saat sahur serta antasida atau obat anti sekresi saat sahur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Pelajar asal Tangerang Selatan terluka setelah diduga ditembak airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman. Polisi masih memburu pelaku.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.