Ekspor DIY Masih Tangguh Meski Tertekan Ekonomi Global
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Pedagang baju bekas impor di XT Square, Jumat (17/3/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Membeli barang-barang impor bekas khususnya baju alias awul-awul atau nge-thrift kini menjadi tren di kalangan anak muda. Lalu apakah baju awul-awul itu aman dipakai dan tidak berdampak pada kesehatan?
Ketua Divisi Dermato Alergologi, Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Fajar Waskito menjelaskan memakai baju bekas dasarnya seperti ganti baju dalam keseharian.
Namun, jika baju bekas tidak dicuci dengan bersih maka kemungkinan akan ada tungau, sehingga bisa memunculkan gatal. Lalu pembilasan yang kurang akan jadi eksim. Yakni kondisi kulit mengalami peradangan dengan munculnya ruam merah dan terasa gatal.
Lalu dicuci bersih tapi diakhiri dengan pemberian pewangi bisa menyebabkan eksim bagi yang memiliki alergi terhadap pewangi. Pewarna biru khususnya untuk pakaian putih bisa menyebabkan eksim kontak alergi terhadap pewarna biru.
"Memakai baju bekas pada dasarnya adalah seperti kalau kita ganti baju keseharian kita. Artinya tidak masalah," ucapnya, Minggu (19/3/2023).
BACA JUGA: Pakaian Awul-Awul Rp20 Miliar Dimusnahkan
Lebih lanjut dia menyampaikan, masalah yang mungkin muncul dari baju impor bekas adalah tidak sesuai dengan daerah tropis. "Misalnya baju berbulu, tebal, tidak menghisap keringat, kaku, kasar," lanjutnya.
Sementara itu, Head Marketing dan Content Creator Kickchick, Febrianto Prabowo menyampaikan tren nge-thrift berdampak pada penurunan penjualan khususnya di 2022 sampai saat ini. Dia berpandangan kemungkinan penurunan karena budaya ngethrift sedang kenceng-kencengnya.
"Bagi brand lokal menjadi sebuah tantangan untuk edukasi terhadap warga Indonesia supaya cinta brand lokal. Hanya saja itu perlu waktu dan tidak mudah," paparnya.
Secara umum dia mensyukuri adanya larangan impor baju bekas. Sehingga brand lokal bisa kembali disukai. "Paling tidak kami bisa mengupayakan lagi bahwa brand lokal akan disukai lagi oleh rakyat Indonesia."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.