Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit Diabetes Mellitus atau DM (kencing manis) banyak diidap oleh masyarakat Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah baik puasa maupun setelah makan yang kadarnya melebihi nilai normal.
Penyakit ini dapat diderita seumur hidup, atau tidak dapat dikatakan sembuh tetapi dapat dikontrol dengan baik tergantung pada penderitanya sendiri. Dokter, perawat, ahli gizi, edukator diabetes hanya memfasilitasi dan memotivasi agar pasien dapat mengelola diabates dengan baik sehingga terhindar dari komplikasi.
Mengutip dari website resmi Rumah Sakit Panti Rapih, Patofisiologi atau perjalanan penyakit diabates ini pada dasarnya akibat dari berkurangnya pengeluaran insulin dari sel beta pankreas dan gangguan pada reseptor insulin di jaringan hati dan otot. Dengan demikian gula tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga kadarnya didapatkan meningkat dalam darah. Penyakit ini kadang tidak disertai dengan gejala, dan banyak kasus yang ditemukan secara kebetulan pada waktu periksa di pusat layanan kesehatan.
Gejala klasik yang sering didapatkan adalah banyak kencing, terutama malam hari yang disebut poliuria, merasa lapar dan ingin makan terus yang disebut polifagia dan selalu merasa haus disebut polidipsia. Jumlah penderita yang ini semakin banyak ditemukan dan kejadiannya dicenderung muncul di usia yang lebih muda.
Perubahan pola hidup dan pola makan sangat besar pengaruhnya. Di zaman yang serba digitalisasi aktivitas fisik cenderung berkurang, sedangkan keinginan makan cenderung meningkat. Ketidakseimbangan antara asupan karbohidrat dan aktivitas fisik inilah yang memicu munculnya penyakit diabetes.
Prinsip pengelolaan diabetes adalah dengan diet atau pengelolaan makan, exercise atau olahraga yang teratur minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu, dan minum obat atau memakai insulin secara teratur.
Berikut ini contoh menu diet sehari bagi penderita DM:
Pagi : Roti + Margarine + Pindakas, Telur Rebus, Lalap : Tomat, Selada
Pukul 10.00 : Pisang Rebus
Siang : Nasi, Ikan panggang saos tomat, tempe bumbu bacem, lalapan timun, sayur asem. Buah : Semangka
Pukul 16.00 : Lumpia basah isi sayuran
Malam : Kentang ongklok, Bistik daging sapi, Rolade tahu, Stup buncis, Sup sayuran. Buah: Jeruk
Pukul 21.00 : Buah apel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.