Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Penyakit asma/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit asma meruapakan salah satu jenis penyakit yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan dengan gejala sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas. Penyakit ini bisa dicegah pada tubuh.
Penyakit asma bisa ditangani dengan inhaler untuk mengobati gejala dan pengendali inhaler yang mencegah gejala. Pada kasus yang parah, pasien asma mungkin membutuhkan inhaler yang berefek lebih lama yang menjaga saluran udara terbuka, serta steroid oral.
1. Jaga kebersihan rumah dari debu
2. Hindari bulu hewan peliharaan
3. Bersihkan alat tidur agar terhindar dari tungau
4. Mengkonsumsi obat-obatan pereda sesak nafas sesuai dengan anjuran dokter
5. Berhenti merokok
6. Hindari alkohol
7. Jaga berat badan ideal
8. Gunakan masker saat pergi ke luar ruangan
Ketika asma kambuh, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengatur ritme pernapasan. Jangan panik, Anda harus segera mengatur pernapasan dengan teknik Buyteko (Buyteko breathing). Buteyko breathing diyakini bermanfaat dalam mengontrol pernapasan yang dapat membantu mencegah dan mengurangi sesak napas.
Teknik Buyteko ini dilakukan dengan menarik napas secara perlahan melalui hidung. Buyteko ampuh untuk mengatasi asma lantaran teknik ini dapat mencegah hiperventilasi. Sebagai informasi, hiperventilasi dapat menyebabkan hipokapnia. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar karbon dioksida rendah.
Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa Buyteko breathing efektif dalam meredakan gejala asma.
Ketika asma menyerang, segera hentikan apapun kegiatan yang sedang dilakukan. Setelah itu, Anda disarankan untuk duduk dengan postur tegap. Tindakan dapat memberikan sedikit pertolongan untuk melancarkan aliran pernapasan.
Hindari posisi membungkuk dan berbaring. Sebab, posisi ini dapat menyumbat saluran pernapasan. Akibatnya, sesak napas akan semakin menjadi.
Anda harus menghindari hal-hal yang dapat menjadi faktor pemicu asma kambuh. Misalnya, jika Anda seorang perokok pasif dan sudah mulai merasakan gejala ringan, segeralah menjauh dari lingkungan Anda saat itu.
Selain itu, Anda juga dapat menghindari binatang yang memiliki bulu. Sebab, bulu binatang busa menjadi faktor pemicu asma.
| Baca Juga : Benarkah GERD Bisa Picu Asma? |
|---|
Salah satu pengobatan yang paling mudah dilakukan untuk asma adalah dengan mengonsumsi jahe. Jahe diyakini bisa menjadi obat alami yang sangat efektif untuk mengatasi asma karena sifat anti-inflamasinya.
Jika Anda menderita asma dan sedang mencari pengobatan rumahan, Anda dapat mencoba meningkatkan konsumsi jahe.
Kafein adalah elemen alami yang signifikan yang dapat membantu mengurangi gejala asma. Kafein mengandung sifat yang mirip dengan teofilin.
Sebagai informasi, teofilin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah yang disebabkan oleh asma seperti sesak napas, sesak dada, dan mengi.
Selain itu, jika Anda tidak suka kopi, Anda bisa meminum minuman lain seperti teh hitam atau teh hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess