Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi kucing./Playbuzz
Harianjogja.com, TOKYO—Bagi penyuka kucing, sensasi membelai bulunya selalu terasa menyenangkan. Lalu, bagaimana jika kelembutan itu bisa dirasakan dalam sebuah selimut?
Perusahaan pakaian dan peralatan rumah tangga Jepang, Nissen, baru-baru ini meluncurkan produknya yang paling menarik. Mereka merilis seprai dan selimut yang terinspirasi dari kelembutan bulu kucing.
Penelitian telah menunjukkan bahwa membelai kucing hanya selama 10 menit bisa mengurangi kadar hormon stres. Namun, ada kondisi yang mengharuskan seseorang tidak bisa memelihara kucing, seperti alergi maupun apartemennya melarang ada hewan peliharaan. Perusahaan itu pun meluncurkan Neko Feel, seprai dan selimut yang diklaim meniru nuansa bulu kucing.
Melansir Oddity Central, semuanya berawal sekitar setahun yang lalu, ketika seorang karyawan muda Nissen mulai mengeluh bahwa apartemen tempat dia tinggal memiliki kebijakan tanpa hewan peliharaan, yang membuatnya tidak mungkin memelihara kucing. Rupanya, seseorang di perusahaan menyadari bahwa itu adalah masalah umum dan memikirkan solusinya. Dari situlah pencarian untuk menciptakan alternatif buatan untuk bulu kucing dimulai.
Setelah mendapatkan beberapa sampel, Nissen mulai berkonsultasi dengan karyawan pemilik kucingnya tentang berbagai fitur bahan, seperti kelembutan, ketebalan, dan panjang serat. Rupanya, pewarnaannya pun terinspirasi oleh ras kucing seperti Russian Blue dan Scottish Fold, yang dikenal memiliki corak yang lebih dalam di pangkal bulu dan transisi ke arah putih di ujungnya.
Harganya berkisar dari 1.969 yen (Rp225 ribu) hingga 6.038 yen (Rp700 ribu) untuk selimut ukuran tempat tidur besar. Rupanya, produk ini begitu laris di kalangan pecinta kucing, hingga cepat habis dalam beberapa jam setelah dirilis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.