Lolos Seleknas, 3 Atlet Anggar DIY Bela Indonesia di Ajang Asia
Sebanyak tiga atlet muda anggar DIY membela Indonesia di ajang Asian Cadet & Junior Fencing Championship 2026.
Connie Nurlita, - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Tak mau lama-lama terlena dengan lagu Ayang-ayangmu yang viral, Connie Nurlita kini langsung tancap gas mengeluarkan lagu anyarnya berjudul Ular Kobra.
Ayang-ayangmu merupakan single pembuka di album Campursari Nusantara Vol. 1. Ular Kobra menjadi single keempat yang dirilis Connie. Untuk dua single sebelumnya yakni Gigi Mundur dan Melawan Sepi.
Berbeda dengan tiga lagu sebelumnya, Ular Kobra ini menjadi karya yang unik. Bergenre Campursari namun liriknya tak berbahasa Jawa tetapi Manado.
“Biasanya campursari identik sama bahasa Jawa ya, tapi kali ini aku coba membawakan campursari dengan bahasa daerah lainnya,” ungkapnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Rabu (7/12/2022).
Lagu Ular Kobra ini bisa dibilang spesial karena dibuat oleh Franco Medjaja alias Enda Ungu dan Alkindi Bifaqih. Meski berbahasa Manado, energi campursari yang kental dengan nuansa Jawa tetap terasa khas dan bikin semua pendengar tak kuasa untuk berjoget.
Connie yakin lagu Ular Kobra bisa menjadi penyegaran untuk genre campursari. “Lagi pula, campursari bisa semakin luas jangkauannya. Tak mesti dinikmati orang Jawa saja. Karena itu, saya perkenalkan album Campursari Nusantara Vol.1,” tuturnya.
Meski tak lagi muda, bukan berarti Connie tak seenergik dulu. Dari video klip perdananya Ayang-Ayangmu, Gigi Mundur sampai Melawan Sepi, Connie membuktikan masih tetap terlihat lincah mengikuti rancaknya irama campursari. Suaranya pun juga masih terbilang prima. Capai-capaian cengkok khas dangdutnya juga tetap terdengar paripurna.
Bagi Connie, lagu Ular Kobra jadi pengingat untuk semua orang, khususnya anak-anak muda agar jangan pernah tertipu dengan rayuan-rayuan manis lawan jenis. Alasannya, siapa tahu lawan jenisnya itu punya racun berbisa seperti ular kobra, yakni mengobral cinta padahal aslinya pendusta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak tiga atlet muda anggar DIY membela Indonesia di ajang Asian Cadet & Junior Fencing Championship 2026.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.