JPO Viral di Rasuna Said Dibongkar, Ini Alasan Pramono Anung
JPO Love-Hate Relationship di Rasuna Said dibongkar. Pramono Anung menyebut aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi alasannya.
NCT Dream. - Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA—Grup idola K-pop NCT Dream akan merilis mini album baru bernuansa musim dingin berjudul "Candy," pada 16 Desember 2022.
Seperti disiarkan Yonhap pada Jumat (18/11/2022), agensi SM Entertainment menyatakan judul lagu "Candy" adalah remake dari lagu megahit senama dari album pertama grup H.O.T. yang dirilis pada tahun 1996.
Nantinya, mini album baru "Candy" terdiri dari enam lagu dari genre yang beragam.
NCT Dream beranggotakan Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, Chenle dan Jisung, memulai debutnya pada tahun 2016 sebagai subunit ketiga dari supergrup K-pop NCT.
Mereka debut melalui lagu "Chewing Gum" dan telah merilis lagu-lagu hits seperti "Glitch Mode", "Beatbox", "Hot Sauce", "Hello Future" dan "We Go Up".
Unit ini awalnya terdiri dari anggota NCT yang berusia di bawah 20 tahun, tetapi ketujuh anggota tersebut sekarang sudah dewasa.
Album penuh kedua grup yakni, "Glitch Mode," dan versi kemas ulangnya, "Beatbox," telah terjual sebanyak 3,61 juta keping tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
JPO Love-Hate Relationship di Rasuna Said dibongkar. Pramono Anung menyebut aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi alasannya.
Apindo memproyeksikan ekspor Indonesia membaik pada Juli 2026, tetapi biaya produksi dan permintaan global masih menjadi tantangan.
Anas Vianto, siswa SLB Bina Siwi Bantul, meraih juara I LKSN 2026 cabang tata busana setelah menjadi wakil DIY di tingkat nasional.
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Iran menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum AS menghentikan ancaman, operasi militer, sanksi, dan blokade laut.