Masuk Bursa Gubernur BI, Purbaya Ikuti Keputusan Presiden Prabowo
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Tatjana Saphira - Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Aktris Tatjana Saphira mengungkapkan totalitas fisiknya saat berakting dalam film horor Perempuan Bergaun Merah.
Dalam film itu, dia ditantang untuk menampilkan totalitas fisik untuk memerankan karakter Dinda, salah satunya adalah berada dalam air untuk waktu yang cukup lama.
Ia mengatakan bahwa secara fisik ia didorong maksimal oleh sutradara di set, dan juga melalui beberapa adegan yang membutuhkan ketangguhan fisik, sesuatu yang belum pernah ia temui sebelumnya.
“Secara fisik banyak koreo action-nya ya di film ini. Cukup menjadi tantangan untuk menghafal gerakannya dan juga untuk bisa melakukan dengan benar dan aman agar tidak cedera tapi harus tetap jaga emosi dalam ekspresinya,” ungkap Tatjana dikutip dari Antara, Jumat (21/10/2022).
Film ini merupakan debutnya untuk film horor. Lebih lanjut Tatjana Saphira mengatakan bahwa semua ketegangan ini memang diperlukan untuk membuat karakternya di film Perempuan Bergaun Merah semakin terasa hidup.
Adegan bawah air yang sedikit terlihat di trailer adalah bagian yang menantang dan membutuhkan waktu, latihan, dan juga kesabaran, karena harus dilakukan dengan teknik tingkat tinggi dan keamanan maksimal. Dia bahkan sampai merasa ingin berhenti syuting film horor. Namun sesudah syuting, ia merasa rindu dengan suasana set dan ingin melakukannya lagi.
“Di film horor itu kita enggak boleh punya rasa jaim dalam berakting, enggak boleh mau kelihatan bagus. Harus berani kelihatan jelek. Ya, namanya di film horor ekspresi ketakutan dan menggila itu kan enggak mungkin kelihatan kita jaga ya. Harus ikhlas kelihatan jelek,” ujarnya.
Untuk mengerti emosi Dinda, ia menghadapi semua tantangan ini sebagai usaha untuk menampilkan yang terbaik. Dinda sendiri adalah karakter yang kompleks.
Film Perempuan Bergaun Merah yang dibintangi Tatjana Saphira mengisahkan tentang kehidupan Dinda (Tatjana Saphira) yang berubah jadi mimpi buruk sejak sahabatnya menghilang. Apalagi saat sosok roh jahat berwujud perempuan bergaun merah menghantuinya. Nyawa Dinda terancam, tak hanya dari sosok jahat itu tapi juga dari orang-orang yang berusaha merahasiakan kejadian di malam sahabatnya menghilang.
Berusaha memberikan kesegaran di genre horor Indonesia, produser Timo Tjahjanto mengatakan, Perempuan Bergaun Merah adalah proyek baru yang menyenangkan dikerjakan bersama William Chandra yang ia kenal sudah cukup lama.
“Will menyajikan sesosok hantu supranatural yang belum pernah kita saksikan sebelumnya dan juga ada beberapa twist yang belum pernah ada di film Indonesia terdahulu,” kata Timo.
“Ini bukan hanya sebuah film horor tapi ada angle misteri, ada karakter Tatjana (Dinda) menyelidiki ke mana temannya berada. Jadi ini perpaduan yang efektif di sebuah film seperti ini, kita mengikuti misterinya bersama protagonis perempuan,” sambungnya.
Frontier Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures mempersembahkan film horor terbaru ini yang diproduseri oleh Timo Tjahjanto dan disutradarai William Chandra. Film ini dibintangi oleh Tatjana Saphira, Refal Hady, Stella Cornelia, Faradina Mufti, Ibrahim Risyad, dan banyak lagi lainnya. Perempuan Bergaun Merah akan tayang di bioskop pada 3 November.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.