Kolaborasi dengan Dewa Budjana, Ndarboy Genk Rilis Kudu Nangis

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Kamis, 25 Agustus 2022 21:37 WIB
Kolaborasi dengan Dewa Budjana, Ndarboy Genk Rilis Kudu Nangis

Ndarboy Genk dan Dewa Budjana. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Sejak viral dengan lagu dangdut Jawa yang menyayat hati sejak 2017, Ndarboy Genk tak berhenti berkarya. Terbaru, dirinya berkolaborasi dengan gitaris Dewa Budjana merilis lagu Kudu Nangis.

Lagu yang bagi Ndarboy sebuah karya yang unik karena ada Dewa Budjana yang beda genre dan generasi dengannya. Sebelum dengan Budjana, Ndarboy antara lain berkolaborasi dengan Endank Soekamti di lagu Wayahe Hilang.

Ndarboy memaparkan proses penggarapan lagu Kudu Nangis sudah berlangsung cukup lama. Namun, kesepakatan untuk berkarya bareng cukup diamini keduanya dalam waktu singkat.

“Saya berkenalan dengan Budjana setelah Ndarboy Genk kerap tampil bareng dengan Gigi. Sampai akhirnya Dewa Budjana ke Jogja, kami [Ndarboy] lebih intens cerita, berbagi ide lalu memutuskan untuk berkolaborasi bikin satu karya,” ujarnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (25/8/2022).

Dalam proses akhir penggarapan Kudu Nangis, Ndarboy mengaku sempat ada tantangan karena ketika proses mixing-mastering mesti menggabungkan dua warna musik berbeda, yakni dangdut ke pop.

Studio Musik

Tak itu saja, ada ornament gamelan Bali yang mesti dimasukkan ke dalam Kudu Nangis. “Hasilnya, dari segi aransemen ada yang Ndarboy banget dan ada yang Dewa Budjana banget,” ucap Ndarboy.

Budjana mengaku lagu Kudu Nangis berasal dari inisiatifnya sendiri. Awalnya, dirinya mengirim lagu mentahan untuk dibuatkan lirik. Sampai akhirnya Ndarboy mengirim bagan lagu yang jadi satu keutuhan Kudu Nangis.

Kegiatan rekaman secara keseluruhan seperti bass, kendang/ketipung, akhirnya dirampungkan di rumah Dewa Budjana, lalu semua data dirapikan dan dibawa pulang oleh Julian (arranger dan kibordis Ndarboy) ke Jogja untuk proses mixing-mastering.

“Proses pematangannya juga menyenangkan. Ndarboy dan anggota grup musiknya yang jumlahnya belasan orang mengerjakan lagu di rumah saya. Seumur hidup baru pertama kali studio kecil saya diisi 14-15 orang penuh,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online