6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Film Guru Bangsa Tjokroaminoto/youtube
Harianjogja.com, JAKARTA—Hari Kemerdekaan Indonesia datang dalam waktu dekat, Anda dapat mempelajari timeline perjuangan pergerakan kemerdekaan lewat menonton film. Terdapat banyak film yang bisa dijadikan rekomendasi untuk membantu memahami makna kemerdekaan Republik Indonesia.
Berikut daftar film-film yang cocok untuk disaksikan dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus untuk memantik semangat perjuangan bangsa.
Film De Oost atau The East ini adalah sebuah film yang menceritakan pergolakan kemerdekaan di Indonesia, yang dikemas dari sudut pandang seorang prajurit Belanda. Film ini disutradarai oleh Jim Taihuttu.
Secara garis besar, film ini berkisah soal bagaimana seorang prajurit muda asal Belanda bernama Johan mengaggumi kepemimpinan Westerling dalam meredam perjuangan para gerilyawan Indonesia.
Berlatar pada tahun 1946, De Oost menampilkan bagaimana kekejaman Raymond Westerling saat menjalankan pembantaian di Sulawesi Selatan. Pembantaian ini dilakukan guna menekan Kemerdekaan RI pasca perang kedua, lantas bagaimana kelanjutan kisahnya?
BACA JUGA: Netizen Ungkap 'Penampakan' Pengabdi Setan 2, Begini Kata Joko Anwar
Sang Kiai merupakan sebuah mahakarya besutan sutradara Rako Prijanto, yang mengisahkan tentang masa penjajahan Jepang di tahun 1942. Pada masa itu, Jepang sempat melarang warga Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih.
Puncak polemik pecah saat Jepang mencoreng Hak bangsa Indonesia. Jepang membungkam hak kebebasan beragama lewat aturan paksaan untuk melakukanme Seikerei.
Untuk diketahui, Seikerei adalah sebuah penghormatan kepada Dewa Matahari dengan membungkukkan badan mengarah pada matahari terbit. Tak tinggal diam, salah satu ulama yang kini juga bergelar sebagai pahlawan nasional yakni K.H. Hasyim Asy’ari mengepalai penolakan terhadap praktik Sekerei karena hal tersebut menyimpang dari ajaran dan akidah islam.
Karena penolakanya tersebut, KH Hasyim Asyari ditahan oleh Jepang, sementara para santrinya yang dikepalai oleh Harun melakukan demo hebat menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Namun sayangnya, demo tersebut justru menjadi peristiwa berdarah yang tak bisa dihapuskan dari mushaf sejarah.
Film bertema perjuangan lainnya yakni Soekarno, yang merupakan film besutan sutradara ternama Hanung Bramantyo. Film ini bahkan berhasil memboyong gelar sebagai Film Terpuji dalam Festival Film Bandung (FFB) ke-27 pada 2014 lalu. Berkisah mengenai kehidupan Soekarno, sang bapak proklamator Indonesia dan perjalanannya dalam mengumandangkan proklamasi Kemerdekaan RI.
Bercerita perjalanan seorang Oemar Said Tjokroaminoto yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan darah keislaman yang kental. Film ini berlatar waktu pada zaman penjajahan Jepang, saat masyarakat pribumi dipaksa untuk melakukan praktik Tanam Paksa.
Kesenjangan sosial yang menerpa keluarga setanah airnya ini akhirnya menggetarkan hati seorang bangsawan tanah Jawa, Tjokroaminoto. Upaya demi upaya dilakukan untuk menumpaskan hal tersebut.
BACA JUGA: Film Indonesia Before Now & Then Akan Tayang di Amerika
Secara garis besar, film ini mengisahkan tentang bagaimana perjuangan gigih seorang wanita asal Aceh bernama Tjoet Nja’ Dhien saat memperjuangkan kemerdekaan tanah kelahirannya yang diduduki oleh Belanda. Tjoet Nja’ Dhien turut serta dalam sebuah perang dan membantu sang suami yakni Teuku Umar dalam memimpin perang tersebut hingga membuat prajurit Belanda cukup kewalahan.
Film November 1928 boleh jadi merupakan film bertema perjuangan pertama yang diproduksi. Disutradarai oleh Teguh Karya, film ini mengisahkan pemberontakan yang kompak ditayangkan para penduduk Jawa terhadap pemerintahan Hindia Belanda.
Film ini mengisahkan perjuangan dua orang perwira yang terlibat dalam sebuah gerakan perlawanan sekitar tahun 1930-an saat Indonesia masih berjuluk Hindia Belanda. Doea Tanda Mata disutradarai oleh Teguh Karya dan dibintangi oleh aktor dan aktris legendaris seperti Alex Komang, Yenny Rachman dan Sylvia Widiantono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.