Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Anak-anak muda berjalan di Jalan Sudirman Jakarta dalam ajang Citayam Fashion Week./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di Jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru di tempat itu, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi yang dinamakan Citayam Fashion Week.
Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, apakah kemunculan Citayam Fashion Week ini bisa dikatakan ekspresi anak muda atau fenomena budaya musiman?
Sosiolog UGM Derajat Sulistyo Widhyarto, S.Sos., M.Si., mengatakan kemunculan Citayam Fashion Week merupakan bagian pembentukan budaya baru yang dilakukan oleh anak muda sehingga perlu diapresiasi. “Salah satu karakter kaum muda adalah pencipta budaya dan kebudayaan youth culture. Fenomena Citayam mempunyai efek budaya dari kebudayaan tersebut,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (21/7/2022).
Kemunculan mereka yang menggunakan area publik di pusat kota sebagai lokasi unjuk ekspresi serta memilih gaya busana sebagai pilihan budaya baru sangat brilian karena gaya busana bagian dari budaya yang bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.”Ruang kota menawarkan tantangan baru yakni kesempatan untuk mendorong pembentukan budaya mengikuti budaya yg bisa diterima adalah fashion,” jelasnya.
Baca juga: Anies Baswedan Komentari Fenomena Anak Gaul SCBD
Para anak muda yang melakukan peragaan busana di jalanan ibu kota ini umumnya berasal dari kota-kota penyangga Jakarta. Bahkan mereka juga berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah seakan menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan melawan arus fenomena budaya konsumerisme dan pamer kemewahan yang ditunjukkan para pegiat medsos dan influencer.
”Mereka memang kalah bertarung dengan kaum muda menengah ke atas yang sudah masuk ruang bisnis kota. Maka Citayam adalah representasi kaum muda menengah ke bawah dan menjadi bagian dari eksistensi baru mereka dalam mengisi ruang kota dan sekaligus pembentuk budaya muda kota,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern
Meski begitu, kaum muda ini menurut Derajat Sulistyo juga menggunakan media digital untuk memperkuat gaung ruang ekspresi budaya baru mereka. “Kaum muda di sekitar jakarta paham betul jika jakarta adalah ruang yg bisa mewakili daya tarik dan meningkatkan audiens. Maka mereka dengan sadar menjadi jakarta sebagai ruang penciptaan budaya,” paparnya.
Namun ada hal yang disoroti oleh Derajat adalah cara gaya busana yang digunakan para komunitas Citayam ini yang memilih menggunakan baju pinjaman atau membeli dengan harga murah. Berbeda dengan yang dilakukan oleh kaum muda perkotaan. “Menggunakan baju pinjaman sampai dengan membeli dengan harga murah, hal inilah yg membentuk kritik konsumsi fashion kaum muda kota yang terjebak memakai baju produk industri,” katanya.
Tidak hanya anak-anak muda yang suka nongkrong di kawasan itu, Citayam Fashion Week juga dimeriahkan sejumlah tokoh negeri. Satu di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil tampil dengan setelan jas casual berwarna beige, dalaman kaus putih dan juga sneaker senada. Tidak lupa ia memakai topi pie hat berwarna putih dan menenteng ransel kulit berwarna cokelat. Dia kemudian berjalan ala model bersama dengan beberapa driver ojol di Dukuh Atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.