Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kutu yang hidup di rambut kemaluan/perdoski.id
Harianjogja.com, JOGJA-Rambut kepala yang penuh kutu sangat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Namun tidak hanya di rambut kepala, kutu juga bisa hidup di rambut kemaluan.
Binatang-binatang kecil ini akan membuat area kemaluan terasa gatal. Hal itu membuat kita ingin segera menggaruknya.
Dilansir dari website Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), kutu kemaluan merupakan istilah umum dari parasit Phthirus pubis. Kutu kemaluan berukuran panjang 1-2 mm dan terlihat berbentuk seperti kepiting. Phthirus pubis ini menghisap darah sebagai cara ia bertahan hidup.
Penularannya paling sering dari aktivitas seksual sehingga digolongkan pula sebagai infeksi menular seksual. Kutu kemaluan juga bisa berpindah melalui sisir, seprai, selimut, handuk, atau pakaian yang terkontaminasi. Orang yang memiliki infeksi menular seksual banyak yang memiliki kutu kemaluan.
Baca juga: Cara Hilangkan Kutu Beras
Kutu rambut kemaluan tidak dapat diatasi dengan obat kutu biasa yang tersedia di apotek atau toko obat. Biasanya dokter akan meresepkan obat-obat seperti berikut ini:
1. Permetrin, obat berbentuk krim yang cara pemakaiannya cukup dioleskan ke area yang terkena dan cuci bersih setelah 10 menit.
2. Lindane, pengobatan ini biasanya diresepkan hanya bila perawatan lainnya tidak berhasil. Karena cukup keras, lindane tidak disarankan untuk wanita hamil atau menyusui, bayi atau anak kecil, dan orang lanjut usia.
3. Ivermektin (Stromectol), obat ini adalah obat minum. Hindari mengonsumsi obat ini tanpa resep dari dokter, karena dosis biasanya ditentukan oleh berat badan, kondisi medis, dan respon terhadap pengobatan.
Dilansir dari hellosehat, banyak cara yang bisa dilakukan untuk pengobatan kutu kemaluan di rumah. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kutu kelamin:
1. Hindari berbagi pakaian, seprai, handuk dengan siapa pun yang memiliki kutu kelamin.
2. Kontak seksual harus dihindari hingga perawatan selesai dan berhasil.
3. Saat didiagnosis memiliki kutu kelamin, Anda harus menginformasikan pasangan seksual agar pengobatan juga bisa segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.