Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Halftime/IMDb
Harianjogja.com, JOGJA—Halftime, film dokumenter yang bercerita tentang Jennifer Lopez sudah bisa kita nikmati di layanan streaming Netflix. Banyak lini dan momen kehidupan J Lo, sebutan Jennifer Lopez, yang bisa kita lihat dengan lebih intim.
Dalam salah satu segmennya, sutradara memperlihatkan perspektif J Lo tentang penghargaan film Oscar. Melalui peran utama di film Hustlers (2019), dia digadang-gadang mendapat nominasi Oscar sebagai pemeran utama terbaik. Isu ini muncul bahkan sejak penayangan perdana film tersebut di Toronto International Film Festival.
BACA JUGA: Netflix Dikabarkan Akan Kembali Memecat Pegawainya
Meski pada akhirnya, nama J Lo tidak masuk dalam nominasi Oscar. Dia memberikan pendapat tentang ekspektasi yang sempat terbangun dengan realita yang terjadi.
Film dokumenter berdurasi 95 menit juga merekam proses latihan sampai penampilan J Lo di acara Super Bowl. Acara live itu ditonton oleh jutaan orang baik secara langsung di stadion football America atau melalui layar kaca.
Halftime berada dalam arahan sutradara Amanda Micheli dan Sam Wrench.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.