Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi servis kendaraan/Ist-Astra
Harianjogja.com, JOGJA-Menyambut Idulfitri atau Lebaran, beragam aktivitas sudah mulai dilakukan. Salah satunya mengecat tembok rumah.
Kebiasaan ini tidak berhubungan dengan unsur keagamaan, tetapi sepertinya sudah lazim dilakukan kebanyakan orang menjelang Lebaran.
Berikut ini kebiasaan yang dilakukan masyarakat menjelang Lebaran, yang tidak ada hubungannya dengan keagamaan tetapi sering dilakukan:
Tradisi ini bisa dikatakan unik karena banyak dilakukan orang-orang sekalipun tidak ada hubungannya dengan unsur keagamaan. Namun memperbaharui cat tembok rumah juga tidak ada salahnya karena bisa membuat penampilan rumah menjadi lebih indah di saat hari besar.
Baca juga: Lebaran, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas di Gunungkidul
Gorden yang menghiasi jendela rumah juga tak luput dari perhatian tuan rumah. Menjelang Lebaran, jual beli gorden biasanya meningkat karena orang-orang ingin membuat suasana rumahnya berbeda dengan gorden yang baru. Orang-orang biasanya akan memprioritaskan untuk mengganti gorden di ruang tamu karena ruangan ini yang akan banyak disinggahi para tamu.
Hal lainnya yang dilakukan masyarakat menjelang Lebaran adalah menyervis dan mencuci kendaraan. Bagi mereka yang akan mudik ke luar kota, servis adalah hal yang penting dilakukan karena untuk memastikan kondisi kendaraannya fit. Sementara bagi masyarakat yang tidak mudik, mencuci kendaraan sepertinya sudah cukup. Setidaknya saat kendaraan dibawa untuk bersilaturahmi ke tempat saudara dan kerabat saat Lebaran, kendaraannya dalam kondisi yang bersih dan tidak berdebu.
Membeli baju baru lumrah dilakukan setiap menjelang Lebaran. Hingga muncul lagu anak-anak yang sebagian liriknya berbunyi: "Baju baru, alhamdulillah. Tuk dipakai di Hari Raya". Kebiasaan masyarakat ini membuat toko pakaian, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya menjadi ramai saat minggu-minggu terakhir puasa. Mereka berburu baju baru yang akan dipakai untuk bertemu banyak orang saat Lebaran.
Seseorang yang sudah berkeluarga atau minimal sudah bekerja, biasanya akan memberi uang fitrah untuk keponakan dan juga anak-anak kecil di sekitar tempat tinggalnya. Mereka biasanya akan membungkus uang pecahan kertas itu dengan amplop bergambar yang menarik perhatian anak-anak. Saat ini amplop-amplop angpao atau fitrah semacam itu sudah banyak tersedia di toko-toko.
Itulah lima kebiasaan masyarakat yang dilakukan menjelang Lebaran. Ada lagi kebiasaan lain yang juga Anda lakukan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.