Nakhodai Kesbangpol DIY, Lilik Gencar Koordinasi Internal dan Eksternal
Lilik Andi Aryanto, S.IP., M.M, secara resmi menahkodai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Lilik dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pad
Tangkapan layar video tentang guru yang sedang melakukan presensi pada murid-muridnya./Instagram @viraljogja
Harianjogja.com, JOGJA-Nama-nama setiap orang bisa dikatakan menunjukkan kapan ia lahir. Di era milenial seperti sekarang, banyak bermunculan nama-nama yang terinspirasi dari luar negeri. Namanya pun cenderung panjang dan tidak sesimpel nama zaman dahulu.
Belum lama ini, gambaran tentang perbedaan antara anak-anak era 1980an dengan era saat ini ditunjukkan dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @viraljogja.
Dalam video bertulis "Perbedaan nama-nama siswa dulu dan sekarang" tersebut digambarkan ada seorang guru yang sedang melakukan presensi pada siswa-siswanya. Bagian pertama, guru memanggil nama-nama murid di kelasnya. Pada bagian itu video tampil dengan warna hitam putih agar seolah-olah menunjukkan kondisi zaman dulu. Dalam video juga dituliskan nama-siswa era 1980an.
Masuk pada bagian berikutnya sudah tampil dengan tayangan berwarna meski sosok guru dan pakaian yang dikenakan masih sama. Bagian ini ingin menunjukkan nama-nama anak-anak zaman sekarang yang cenderung panjang dan susah dihafalkan.
Uniknya, nama-nama anak zaman sekarang ada yang menggunakan nama produk-produk bermerek. Ada merek sabun hingga ponsel pintar.
"Pak guru absen dulu ya, Anak-Anak," kata pak guru memulai perbincangan di video itu.
Lihat postingan ini di Instagram
"Markonah," lanjut pak guru.
"Hadir," sahut seseorang yang ada dalam ruangan itu.
"Abdulah," panggil pak guru.
"Hadir," jawab yang lain.
Guru tersebut secara berurutan memanggil nama-nama muridnya di era 1980an. Mulai dari Rosmawati, Yeyen, Idul, Becik, Karudi, Margono, Siti Zubaedah, Santi, Nurtina, hingga Jema.
Masuk pada bagian selanjutnya, nama-nama yang dipanggil jauh berbeda pada bagian sebelumnya. Namanya jauh lebih panjang dan aneh. Ada yang menggunakan nama merek sabun, merek minuman, hingga merek mobil.
"Sheila Septia Softener Soklin Bayclin," kata guru.
"Hadir," sahut muridnya.
"Ricardo Cappucino Torabika Tiramisu Robusta," panggil guru lagi.
"Hadir selalu," jawab salah satu siswa.
"Jenifer Ayla Agya Innova Calya Mitsubishi," kata pak guru itu lagi.
Nama-nama kocak siswa zaman sekarang yang disebutkan guru tersebut membuat warganet geleng-geleng kepala. Mereka pun menuliskan komentarnya. Berikut ini sederet komentar warganet:
"yaAlloh minn.. ampe mulut ikut komat kamit ngikut bapak guru baca nama anak zaman now??bwehhhhh".
"Macorona variana deltacron absen pak.. Izin nonton motor GP di mandalika".
"Dita Leni rapia mangku mejo limo".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Lilik Andi Aryanto, S.IP., M.M, secara resmi menahkodai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Lilik dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pad
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kunjungan wisata Malioboro diprediksi memuncak mulai Jumat saat libur Iduladha 2026. Pengawasan kebersihan diperketat 24 jam.
Internet di Sitaro dan Sangihe terputus sementara akibat restorasi Palapa Ring Tengah. Perbaikan berlangsung 28 Mei–2 Juni 2026.
MAXi Tour Yamaha etape 5 jelajahi Yogyakarta–Pacitan–Solo lewat JJLS, padukan touring, budaya, dan komunitas MAXi Yamaha.
Pengembang usulkan harga rumah subsidi naik 10% akibat kenaikan biaya konstruksi, material, dan tekanan nilai tukar rupiah.