Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Memiliki pasangan boros dan sulit mengelola keuangan memang tidak menyenangkan. Dan hal ini banyak terjadi di berbagai golongan, baik yang belum berkecukupan hingga yang telah berkecukupan. Lalu apa yang harus dilakukan saat memiliki pasangan boros? berikut penjelasannya :
Rutin berkomunikasi dengan pasangan dan bicarakan terkait dengan kebiasaan pasangan yang boros, bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini.
Pisahkan uang dalam rekening untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan penting dan kebutuhan untuk hiburan. Dengan pemisahan rekening, maka diharapkan kebiasan pasangan boros tidak akan mengganggu rekening untuk kebutuhan lainnya.
Cara lainnya menghadapi pasangan boros adalah membatasi pengeluaran. Ini dilakukan agar pasangan yang boros harus sadar telah menghabiskan uang dengan sia-sia.
Berdebat dengan pasangan yang boros akan membuat pertengkaran hebat. Maka lebih baik Anda hadapi dengan kepala dingin. Teruslah untuk berkomunikasi dengan baik dan cari jalan keluar sesuai kesepakatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.