Aturan Baru X: Cuitan Dibatasi, Pengguna Diminta Berlangganan
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com,JAKARTA - Jangan suka memaksakan kehendak terhadap orang lain. Selain bisa merugikan orang lain, juga bisa berakibat buruk terhadap diri sendiri. Bagaimana bisa merugikan orang lain? Tentu saja bisa, karena mereka akan merasa tidak nyaman ketika harus dipaksa melakukan sesuatu hal yang tidak dikehendaki.
Padahal hak mereka untuk menolak dan bukan hakmu untuk memaksa. Apalagi jika hanya untuk memenuhi keinginan pribadimu saja atau bahkan hal yang tidak penting. Berikut ini ada 3 akibat yang akan mengintai jika kamu suka memaksakan kehendak.
1. Dijauhi Lingkungan Sekitar
Suka memaksakan kehendak akan membuatmu dijauhi lingkungan sekitar. Situasi ini akan membuat mereka merasa sangat terganggu. Bagaimana tidak, siapa sih betah akrab dengan orang yang gemar memaksakan kehendak?
Apalagi ketika orang lain meminta bantuan, kamu menolaknya dengan beragam alasan. Padahal pada saat tersebut kamu sanggup untuk membantunya. Menjadi pribadi ingin menang sendiri tentu bukanlah perilaku yang disukai banyak orang.
2. Menimbulkan Pertengkaran
Selain dijauhi lingkungan sekitar, kerap memaksakan kehendak terhadap orang lain juga bisa menimbulkan pertengkaran. Apalagi jika lawan bicaramu temperamental atau mungkin tersulut emosi ketika kamu tetap ngeyel memaksakan kehendak.
Hal yang ditakutkan dari pertengkaran adalah tidak hanya adu mulut, tapi juga adu fisik. Ingatlah, bahwa tidak semua orang akan bersikap sabar dan tenang ketika menghadapi lawan bicara yang dianggapnya sangat menyebalkan.
3. Pendapatmu Kurang Didengar
Akibat terakhir yang akan kamu dapatkan jika suka memaksakan kehendak, adalah pendapatmu menjadi kurang didengar. Tindakanmu yang suka memaksakan keinginan, akan membuat pendapat yang kamu sampaikan cenderung tidak disimak dengan baik.
Sebab, mereka tahu kalau kamu sudah berpendapat, akan memaksakan supaya diterima. Sementara pendapat orang lain saja tidak kamu dengarkan dengan baik. Hal ini akan membuat orang lain juga malas mendengarkan pendapat kamu yang sok paling benar.
Jangan sampai kebiasaan burukmu ini menjadi boomerang untukmu sendiri. Kita hidup sebagai makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain. Jadi, alangkah baiknya jika berusaha saling memahami, dan menghargai keputusan orang lain.
Keputusan yang dimaksud mencakup banyak hal, salah satunya dalam menerima permintaan bantuan. Jika mereka tidak bisa memenuhi keinginanmu, jangan dipaksa. Tidak semua hal yang kamu inginkan memang harus terlaksana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta