Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Penampilan fesyen kain lurik. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA--Kain lurik dengan pewarnaan alam akan menjadi tren fesyen 2022 meski tahun sebelumnya jenis kain ini juga telah menjadi tren. Selain karena faktor kampanye ramah lingkungan yang kini terus digaungkan, kain lurik yang luwes menjadi faktor tetap banyak diminati konsumen dari rentang usia antara 25 tahun hingga 40 tahun.
“Saya yakin lurik akan jadi bagian tren fesyen 2022, yang cukup diminati pasar. Karena luwes bisa dikombinasikan dengan material lain seperti tenun ikat, polos,” kata desainer Astrid Ediati saatperagaan busana Aira Fashion on The Spot 2021 di Hartono, Jumat (3/12/2021) malam.
BACA JUGA : Ini Tren Fesyen Paling Dicari saat Pandemi
Alasannya saat ini konsep sustainable fashion sedang banyak diminati dan terus dikampanyekan terkait dengan busana ramah lingkungan. Penggunaan pewarnaan alam juga banyak diminati konsumen. Lurik diminati kalangan usia 25 tahun hingga 40 tahun yang menjadi salah satu segmen usia dengan pengguna fesyen terbesar di tanah air.
Lurik cenderung luwes, dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari hingga acara resmi dengan menyesuaikan desain. Selain itu mudah dipadukan dengan jenis kain lain dengan hasil yang menarik. "Saya mulai inovasi lurik dipadukan dengan jumputan dan ada ecoprint-nya, karena memang mudah dipadukan," ujarnya.
Perancang Busana Dhani Budidarma menampilkan delapan outfit ala cotton candy dengan mengusung tema Snazzy, menggunakan bahan katun dan shibori handmate. Menurutnya karya ini terinspirasi cotton cand. “Ini sekaligus menggambarkan kondisi masyarakat akhir-akhir ini. Dengan mengusung warna-warna pastel, siluet manis dan girly,” katanya.
Peragaan busana yang diadakan Aira Mitra Media, digarap Rumah Pentas Yogyakarta ini, juga menampilkan Klambi Kulo by Bunda Rina, Anunk Aqeela (Yogya), Zamira eRJe (Cilacap), Dwi Warna-SMK Yasemi Karangrayung (Grobogan), Owens Joe-Bemberg Indonesia (Sukoharjo), Akeyla Naraya-Alvin Alexa (Bekasi), Britha by Astrid Ediati (Klaten), Anteng Hadiyati (Yogya), Srihanna by Ambarwati (Salatiga).
BACA JUGA : Muffest 2021 di Jogja Diharapkan Jadi Tonggak Kebangkitan
Bunda Rina mengusung tema Lerek Lurik, Akeyla-Alvin Alexa mengibarkan Beauty Nature. Astrid Ediati mengedepankan tema Selaras, sedangkan Anteng Hadiyati dengan judul Nitik dan Dwi Warna dengan Wonderful of dwi warna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.