MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD, Pemakzulan Bupati Gowa Berlanjut
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.
Ilustrasi vaksinasi. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA-Orang yang berusia 60 tahun ke atas saat ini sudah masuk dalam prioritas mendapatkan vaksin influenza.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, FACP.
Anjuran ini lebih cepat lima tahun dari usia rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapatkan vaksin influenza yakni pada usia 65 tahun.
"WHO menganjurkan 65 tahun, tetapi di Indonesia, perhimpunan geriatri kita dan satgas imunisasi menganjurkan sudah usia 60 tahun," kata dia dalam konferensi pers virtual Hari Flu Sedunia: “Pentingnya Vaksinasi Flu di Masa Pandemi COVID-19", Jumat (19/11/2021).
Prof. Samsuridjal mengatakan, alasannya karena pada usia 60 tahun sudah banyak penurunan kekebalan tubuh. Pada mereka yang sakit, kekebalan tubuh mungkin tidak terjadi sehingga kemungkinan terjadi komplikasi seperti pneumonia, penyakit jantung dan stroke menjadi besar.
"Jadi orang usia lanjut amat prioritas [mendapatkan vaksin influenza]," ujar dia.
Selain itu, sebagian lansia berusia 60 tahun diketahui sudah memiliki banyak penyakit penyerta semisal diabetes dan hipertensi.
Baca juga: Mulai Digelar Besok, Ini Deretan Artis Pengisi Prambanan Jazz 2021
Di sisi lain, WHO juga memasukkan wanita hamil dan anak usia bulan hingga 5 tahun, kemudian mereka yang berusia di bawah usia 60 tahun dengan diabetes, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung kronik dan HIV.
Selain itu, orang-orang yang bepergian seperti untuk beribadah haji, serta tenaga medis juga disarankan mendapatkan vaksin influenza agar tidak menularkan pada orang sekitarnya.
Dari sisi angka kejadian, angka kasus influenza dilaporkan masih tinggi yakni dengan angka kematian 500.000 orang. Prof. Samsuridjal berharap, melalui kewaspadaan yang meningkat, kasus bisa turun.
Penyakit influenza (flu) tidak bisa dianggap remeh, terutama karena penyebaran dan penularan penyakit ini menjadi lebih rentan selama pandemi COVID-19.
Selain gaya hidup sehat, salah satu langkah penting pencegahan flu yakni dengan vaksinasi influenza agar antibodi dalam tubuh semakin kuat dari serangan virus influenza.
Penggunaan vaksin influenza juga disarankan bagi orang-orang yang rentan terhadap gejala flu atau ingin mencegah koinfeksi flu dan Covid-19.
WHO merekomendasikan pemberian vaksin influenza musiman sekali setahun pada individu, mulai dari usia enam bulan hingga usia dewasa. Terlebih untuk kelompok dengan risiko tinggi, seperti balita, lansia, individu dengan penyakit penyerta (seperti diabetes, penyakit jantung, dan lainnya), traveler dan tenaga medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.