29 Bangunan di Kawasan Puncak Disegel Buntut Banjir Jabodetabek
Kementerian Kehutanan telah menyegel 29 bangunan ilegal berupa vila dan taman wisata yang berada di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi Kabupaten Bog
Ilustrasi/Freepik
Harianjofgja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir dapat memengaruhi kualitas tidur manusia. Coronasomnia adalah istilah baru yang keluarkan para ahli untuk menggambarkan gangguan sulit tidur seseorang atau insomnia di masa pandemi ini.
Coronasomnia ditandai dengan peningkatan gangguan tidur selama pandemi, serta gejala kecemasan, depresi dan stres. Beberapa penyebab coronasomnia antara lain kondisi ekonomi buruk, stres emosional, jauh dari keluarga, dan ketakutan kehilang pekerjaan atau di-PHK di masa pandemi.
Dilansir National Center for Biotechnology Information (NCBI), Sebuah jurnal The Paper by Lin and Colleagues melaporkan, tingkat insomnia di China meningkat sebanyak 20% selama pandemi. Disusul stres akut selama 15,8%, kecemasan sebanyak 18,5% dan depresi sebanyak 24,5%.
Sebuah studi dari Amerika lainnya mengungkapkan bahwa orang-orang lebih banyak menghabiskan tidur di siang hari ketimbang malam hari. Kebanyakan orang memundurkan waktu tidur dan bangun mereka selama 39-64 menit. Akibatnya tidur pun terganggu. Lalu bagaimana cara mengatasi Coronasomnia dan mendapatkan kualitas tidur yang baik? Berikut tipsnya.
1. Hindari tidur siang terlalu lama. Tidur siang singkat 20-30 menit dapat menyegarkan dan memberi energi, tetapi jika terlalu lama dapat menyebabkan gangguan tidur di waktu malam.
2. Pastikan mendapatkan sinar matahari cukup denga berjemur atau paling tidak keluar dekat jendela untuk mendapatkan cahaya matahari. Sinar matahari dapat mengatur ritme tidur menjadi teratur.
3 . Jadikan kamar lebih gelap, tenang dan sejuk. Tentu suasana kamar yang baik dapat berdampak pada kualitas tidur yang baik juga.
4. Jangan lupa juga bersihkan kamar sebelum beristirahat, terutama kerta kerja dan komputer agar tidak stres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kementerian Kehutanan telah menyegel 29 bangunan ilegal berupa vila dan taman wisata yang berada di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi Kabupaten Bog
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.