13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Hidangan gorengan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - "Anda adalah apa yang Anda makan" ingat pepatah ini? Artinya adalah apa yang Anda makan menunjukkan bagaimana kondisi tubuh Anda sebenarnya.
Jika Anda makan dengan sehat, otomatis Anda akan merasa energik dan bugar. Tetapi jika makanan di piring Anda tidak sehat, maka masalah kesehatan tidak bisa dihindari. Kebiasaan makan yang tidak sehat dan pilihan makanan yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit hati, ginjal dan jantung bahkan kanker.
Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tetapi kanker dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup yang relevan.
Sel-sel kanker tumbuh di dalam tubuh karena berbagai alasan, dan pola makan yang tidak sehat hanyalah salah satunya. Kurangnya aktivitas fisik, merokok, obesitas, alkohol dan paparan sinar UV adalah beberapa faktor lain yang mungkin berperan di dalamnya.
Ada banyak bukti bahwa makanan dapat meningkatkan atau menurunkan risiko risiko kanker. Nah, untuk menjaga kesehatan Anda, berikut 5 makanan yang harus Anda hindari agar terhindar dari kanker dilansir dari Times of India :
Daging, unggas, ikan, dan telur semuanya sehat, asalkan dimasak dengan benar dan dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Konsumsi produk hewani apa pun yang telah diawetkan tidak sehat dan dapat menyebabkan masalah kesehatan mulai dari penambahan berat badan hingga kanker. Pengolahan daging menghasilkan senyawa yang dapat menjadi karsinogen dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal dan perut.
Asupan makanan yang digoreng secara berlebihan adalah item lain yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
Ketika makanan seperti kentang atau daging digoreng pada suhu tinggi, senyawa yang disebut akrilamida terbentuk. Studi menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki sifat karsinogenik dan bahkan merusak DNA. Selain itu, gorengan juga dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh yang terkait dengan pertumbuhan sel kanker.
Baik itu tepung olahan, gula atau minyak, semuanya berpotensi membuat Anda berisiko terkena sel kanker. Studi menunjukkan bahwa gula dan karbohidrat yang diproses tinggi dapat meningkatkan risiko stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker. Mereka yang dietnya tinggi dalam produk olahan memiliki risiko lebih besar terkena kanker ovarium, payudara, dan endometrium (rahim). Cobalah untuk mengurangi asupan produk olahan dengan melakukan pertukaran yang sehat.
Baik alkohol dan minuman berkarbonasi mengandung gula rafinasi dan kandungan kalori yang tinggi. Asupan yang berlebihan dari salah satu dari dua cairan dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peradangan. Alkohol juga mengganggu fungsi kekebalan Anda, sehingga sulit bagi tubuh Anda untuk mendeteksi dan menargetkan sel-sel prakanker dan kanker.
Sebagian besar kemasan makanan siap masak dilapisi dengan bahan kimia bernama Bisphenol A (BPA). Senyawa ini bila larut dalam makanan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, perubahan DNA, dan kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.