Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Potret rumah Tukul Arwana di Bali./YouTube/ Tukul Arwana TV\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA--Komedian Tukul Arwana masuk rumah sakit karena pendarahan otak.
Anak Tukul Arwana, Ega Prayudi, menuturkan kronologi ayahnya dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (22/9/2021) malam.
Ega menuturkan, bahwa kondisi Tukul pada saat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan normal.
Bahkan, dia mengaku masih melakukan panggilan video dengan ayahnya itu di hari yang sama.
"Kemarin pagi saya masih telepon-teleponan, video callan karena minta video utk HUT lalu lintas, jadi seperti biasa," ujar Ega Prayudi saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Kamis (23/9/2021).
BACA JUGA: Teuku Ryan dan Ria Ricis Sama-Sama Menangis Saat Proses Lamaran
Sementara, Ega menjelaskan bahwa dia masih belum tahu pasti bagaimana kondisi ayahnya kini.
Sementara, tersiar kabar bahwa Tukul Arwana mengalami pendarahan otak, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kendati demikian, Ega masih belum bisa memberikan klarifikasi pasti akan hal ini kepada awak media.
"Masih tunggu informasi. Cuma saya belum pastikan," ujarnya.
Dari hal ini, Ega pun turut meminta doa untuk kesembuhan ayahnya kini yang masih dalam penanganan dokter.
"Buat teman-teman,rekan-rekan media, fans Tukul Arwana, saya sebagai anak mohon doa untuk kesembuhan orang tua kami (Tukul Arwana), itu aja," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Kronologi Tukul Arwana Dilarikan ke Rumah Sakit karena Pendarahan Otak"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.