Istana Jelaskan Anggaran Sapi Kurban Prabowo untuk Masyarakat
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Ekspresi bahagia Pedangdut Saipul Jamil saat meninggalkan Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/9/2021). /Suara.com-Alfian Winanto
Harianjogja.com, SLEMAN - Ulama asal Sleman, Gus Miftah mengomentari aksi Saipul Jamil yang merayakan kebebasannya dari penjara dengan sambutan kalung bunga. Menurut Gus Miftah, bebasnya Saipul Jamil dari penjara semestinya menjadi sebuah introspeksi dan bukan dirayakan bak sebuah kemenangan.
"Juara Olimpiade? Saya paham kok \'orang baik punya masa lalu dan orang jelek punya masa depan\'. Tapi Please lah nggak usah euforia berlebihan…… bebas dari penjara harus nya menjadi sebuah Introspeksi dan muhasabah terhadap semua dosa dan kesalahan, bukan seolah olah anda menang……," tulis Gus Miftah, Minggu (5/9/2021).
Kemudian, Gus Miftah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perilaku yang tidak sesuai dalam menyikapi kasus Saipul Jamil. Pasalnya Saipul Jamil pernah ditahan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur.
Baca juga: Petisi Boikot Saipul Jamil Tampil di Televisi dan Youtube Ditandatangani Hampir 200.000 Akun
"Menang dari apa? Justru saya khawatir perilaku berlebihan keluar dari penjara dengan kasus yang tidak senonoh, kasusnya akan dianggap biasa dan akan terjadi pemakluman. Dan ini adalah sebuah kekalahan. Kalah karena nggak punya rasa malu, kalah karena bangga dengan dosa dan lain-lain. Ingat Anda pelaku bukan korban!" ujar Gus Miftah.
Gus Miftah pun menyarankan agar Saipul Jamil bersikap biasa saja dan terus bertaubat serta memohon ampun kepada Allah.
"Saran saya: bersikap biasa saja dan terus bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, bersyukur masih dikasih kesempatan… Kok Miftah kepo dengan urusan orang? Bukan kepo broooo ini sudah menjadi domain publik, karena dengan sengaja di publis. Saya berdoa untuk Anda semoga Anda sadar dan Allah menerima taubat Anda," imbuhnya.
Baca juga: KPI Tak Cekal Saipul Jamil Tampil di Acara TV, Asal...
Banyak netizen yang mengaku sependapat dengan pernyataan Gus Miftah tersebut.
"Di kalungin kembang, jabang bayik," tulis netizen.
"Setuju. Norak dan gak berfaedah," ujar netizen lainnya.
"Iya Gus, bener banget itu," timpal yang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.